Istana Putin Dilaporkan Diubah Menjadi Gereja
LONDON, investor.id – Sebuah rumah besar di pantai Laut Hitam, yang sering dikaitkan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, dilaporkan telah direnovasi agar mencakup sebuah gereja. Bangunan ini dilengkapi dengan takhta, menurut laporan outlet investigasi Rusia Proekt.
Laporan itu juga mencantumkan video "Istana Putin", yang baru saja direnovasi.
Baca Juga:
Putin Akan Dilantik Kembali Hari IniKeberadaan rumah besar tersebut pertama kali terungkap pada 2021 oleh pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny. Ia mengatakan rumah tersebut memiliki gudang anggur, kasino, dan gelanggang es. Pemerintah Rusia belum memberikan reaksi resmi terhadap laporan Proekt tersebut.
Istana ini tertutup dari wilayah Rusia lainnya dengan hutan seluas 17.000 hektare (Ha) dan zona larangan terbang khusus.
“Banyak pemirsa video Navalny mengingat area hiburan tersebut. Dengan tiang, kasino, serta ruangan dengan mobil mainan dan rel kereta api,” ungkap Proekt dalam laporannya, seperti dikutip pada Rabu (8/5/2024). Laporan itu menambahkan tidak ada lagi area tersebut yang masih eksis.
Dikatakan pula, renovasi tersebut menunjukkan Putin "tampaknya terobsesi dengan perang dan agama".
Foto-foto tersebut menunjukkan gereja rumah yang menampilkan triptych dan takhta kayu. Triptych biasanya berupa karya seni lukisan atau pahatan yang terdiri dari tiga bagian yang dapat ditampilkan berdampingan.
Dinding ruangan dihiasi dengan salib, sedangkan triptych yang ada di sana tampaknya menggambarkan "Pangeran Suci Vladimir", kata dua sejarawan seni dan satu pelukis ikon, menurut laporan Proekt.
Outlet tersebut secara khusus menyebutkan sebuah lampu gantung, yang dikatakan dibuat menggunakan kristal merah dari pabrikan Perancis Baccarat dan berharga US$ 1 juta (sekitar Rp 16,1 miliar).
Dalam videonya pada 2021, Navalny mengklaim properti tersebut menelan biaya US$ 1,3 miliar (Rp 20,93 triliun).
Pembayarannya diduga dilakukan melalui skema korupsi yang rumit, di mana Putin memberikan pekerjaan penting dan proyek pemerintah yang menguntungkan kepada sekutunya di sebagian perusahaan energi raksasa milik negara.
Ribuan warga Rusia turun ke jalan pada 2021, ketika Navalny menerbitkan paparan mengenai kompleks Laut Hitam milik Putin.
Navalny dikenal sebagai kritikus keras Putin yang dipenjara dan kemudian diketahui meninggal pada 16 Februari 2024.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menolak klaim dalam laporan tersebut dan menyebutnya sebagai "omong kosong belaka".
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





