Denuklirisasi Semenanjung Korea Dibantah Habis-habisan oleh Korut
SEOUL, investor.id – Otoritas Korea Utara (Korut) habis-habisan membantah komitmen Korea Selatan (Korsel) terhadap denuklirisasi Semenanjung Korea. Pihaknya mengecam Korsel terkait dalam deklarasi bersama dengan Jepang dan China, menganggapnya sebagai "olok-olok" terhadap kawasan dan komunitas internasional.
Kementerian Luar Negeri Korut mengeluarkan pernyataan tersebut beberapa jam setelah Presiden Korsel Yoon Suk Yeol, Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida, dan PM China Li Qiang mengadakan konferensi tingkat tinggi (KTT) trilateral di Seoul, Senin (27/5/2024).
“Ini adalah sebuah olok-olok dan tipu daya terhadap negara-negara regional dan komunitas internasional bahwa ROK (nama resmi Korea Selatan) berbicara tentang denuklirisasi, perdamaian, dan stabilitas,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut dalam pernyataan yang dirilis oleh Korean Central News Agency, Senin.
Dalam deklarasi bersama tersebut, ketiga pihak menegaskan kembali sikap masing-masing mengenai denuklirisasi Semenanjung Korea dan isu penculikan. Pihaknya juga melanjutkan upaya penyelesaian politik atas isu semenanjung tersebut.
“Denuklirisasi menyeluruh di Semenanjung Korea telah mati secara teoritis, praktis dan fisik,” demikian bunyi penyataan resmi kementerian itu.
Korut kemudian menuduh Korsel sebagai penyebab utama terjadinya krisis keamanan yang parah di dalam dan di luar semenanjung, dengan secara panik memperkuat aliansi militer untuk melakukan agresi.
“Kementerian Luar Negeri DPRK (nama resmi Korea Utara) dengan tegas mengecam dan menolaknya (komitmen denuklirisasi) karena dianggap sebagai tantangan terang-terangan terhadap kedaulatan DPRK dan campur tangan yang tidak disengaja dalam urusan dalam negerinya,” tulisnya.
Lebih lanjut mereka mengatakan, Korut akan dengan tegas mempertahankan kedaulatan dan martabat nasionalnya dari segala upaya kekuatan musuh untuk menyangkal kedaulatannya.
Beberapa jam sebelum KTT tiga arah berlangsung, Korut mengumumkan rencananya untuk meluncurkan roket luar angkasa yang membawa satelit mata-mata militer. Korut menyampaikan rencana tersebut kepada Jepang dan menuturkan peluncuran akan dilakukan sebelum 4 Juni 2024, mengutip laporan kantor berita Korsel Yonhap.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler





