Minggu, 21 Juni 2026

Perang Dagang AS-China Kembali Berulang

Penulis :  Vinnilya Huanggrio
28 Mei 2024 | 11:17 WIB
BAGIKAN
Perang dagang Amerika Serikat (AS) - China. ( Foto ilustrasi: AFP / FILE )
Perang dagang Amerika Serikat (AS) - China. ( Foto ilustrasi: AFP / FILE )

JAKARTA, investor.id - Head of Research NH Korindo Sekuritas Indonesia Liza C Suryanata memprediksi perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat (AS) dan China kembali berulang. Hal ini sebagai buntut dari kenaikan tarif impor AS kepada China.

Liza menilai, trade war ini akan erat kaitannya dengan harga barang-barang komoditas tambang. Dimana pasar juga tengah menunggu paket-paket stimulus lebih jauh dari Negeri Tirai Bambu tersebut untuk menggairahkan ekonominya.

So far, sudah ada picking up di harga tembaga. Tapi harga crude oil masih belum (naik) juga karena traders itu masih mempertimbangkan kalau suku bunga AS enggak turun-turun maka akan memperlambat pemulihan ekonomi global and eventually juga mengurangi demand atas energi,” beber Liza dalam Investor Market Opening, Kamis (28/5/2024).

ADVERTISEMENT

Menurut Liza, selama sebulan terakhir komoditas tembaga naik 0,3% atau rebound setelah keruntuhan di titik tertinggi pekan lalu. Fokus para traders teranyar ada pada apakah pasar fisik tembaga memang seketat yang diprediksi. Kemudian apakah supply akan tetap stabil dalam beberapa bulan mendatang.

Oleh sebab itu, Liza mengatakan dampak trade war ini pada ekonomi global ada, karena kedua negara itu memegang peranan penting dalam perdagangan global. Pasalnya, keduanya adalah sama-sama konsumen dan salah satunya merupakan eksportir terbesar di dunia. Di satu sisi ekonomi China masih agak lesu atau bisa dikatakan belum bergerak selincah yang diharapkan pasca pandemi Covid-19 tiga tahun lalu.

“Saya percaya di belakang trade war ini ada kepentingan politik, juga pastinya AS dan China ini menurut kita pribadi Indonesia juga merupakan pasar utama. So, ketika ekonomi mereka saat ini belum bergerak selincah yang diharapkan setelah mereka bebas dari lockdown covid tiga tahun sampai saat ini, China saya bilang itu istilahnya sepertinya masih gagal untuk jadi booster perekonomian global,” tandasnya.

Untuk diketahui, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menaikkan tarif barang-barang impor China pada Selasa (14/5/2024). Tarif baru yang ketat kepada impor China ini digadang-gadang pemerintah AS untuk melindungi industri AS dari persaingan tidak sehat. Imbasnya, dapat berimpact negatif terhadap perekonomian RI lantaran menyulut perang dagang antara AS dan China.

Kenaikan tarif tersebut tentu membuat China tidak tinggal diam, karena bisa jadi China akan mencari cara untuk membalasnya. Perang dagang China dan AS pernah terjadi pada 2018 lalu dan sempat membuat ekonomi dunia melemah serta memicu uncertainty di pasar saham global.

Dengan demikian, tingkat inflasi global sulit melandai dan mempertajam narasi higher for longer rates. Tingkat suku bunga yang tinggi dalam waktu lebih lama akan berpotensi menarik modal asing keluar dari pasar keuangan dalam negeri (capital outflow). Khususnya di negara-negara berkembang (emerging market), seperti Indonesia.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 23 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 54 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia