FBI Temukan Bukti Mencurigakan di Rumah Penembak Trump
MOSKOW, investor.id – Biro Penyelidikan Federal Amerika Serikat (FBI) kembali menemukan perangkat mencurigakan yang kedua di rumah penembak Donald Trump. Adapun Thomas Matthew Crooks adalah tersangka upaya pembunuhan terhadap mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Menurut laporan The Wall Street Journal, penyelidik AS telah menemukan alat peledak di mobil tersangka.
Baca Juga:
Trump Berpotensi Menang Pilpres AS“FBI telah menggeledah rumah dan kendaraan penembak untuk mengumpulkan bukti tambahan. Perangkat mencurigakan yang ditemukan di kedua lokasi telah diamankan oleh teknisi bom dan sedang dievaluasi di Laboratorium FBI,” ungkap FBI, Minggu (14/7/2024).
Pada Sabtu (14/7/2024) terjadi tembakan selama acara kampanye Trump di Butler, Pennsylvania terhadap mantan presiden AS itu. Ia menderita luka tembak di telinga kanan dan sempat dirawat di rumah sakit. Juru bicara Trump, Steven Cheung, mengatakan mantan presiden AS itu baik-baik saja.
"Presiden Trump berterima kasih kepada penegak hukum dan petugas yang langsung bereaksi membantu ketika aksi keji ini terjadi. Dia baik-baik saja dan sedang dalam pemeriksaan di fasilitas medis setempat," ungkap Cheung, mengutip laporan kantor berita Rusia Sputnik.
FBI masih menyelidiki insiden tersebut sebagai upaya pembunuhan. Pihaknya mengidentifikasi tersangka pria bersenjata itu sebagai Thomas Matthew Crooks berusia 20 tahun yang berasal dari Bethel Park, Pennsylvania.
Pria bersenjata itu membunuh seorang penonton dan melukai dua orang lainnya di antara kerumunan sebelum pasukan US Secret Service menembaknya.
Penyelidikan atas insiden penembakan yang dialami Trump, menurut FBI, masih terus dilakukan. Sebelumnya mereka menyatakan masih berupaya mencari motif di balik peristiwa itu.
Baca Juga:
BERITA POPULER: Euforia The Fed Bakal Kerek Saham Pilihan Ini hingga Identitas Penembak TrumpEditor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






