Sabtu, 4 April 2026

Netflix Melonjak di Panggung Raksasa Streaming

Penulis : Grace El Dora
19 Jul 2024 | 08:23 WIB
BAGIKAN
Logo Netflix ditampilkan di atas kantor perusahaannya pada 24 Januari 2024 di Los Angeles, California, Amerika Serikat. (Foto: Mario Tama/ Getty Images)
Logo Netflix ditampilkan di atas kantor perusahaannya pada 24 Januari 2024 di Los Angeles, California, Amerika Serikat. (Foto: Mario Tama/ Getty Images)

NEW YORK, investor.id – Netflix kembali melonjak di panggung raksasa streaming. Perusahaan media tersebut melaporkan pendapatan kuartal II-2024 yang menunjukkan posisinya sebagai yang terdepan dalam persaingan streaming.

Ini seiring dengan bertambahnya pelanggan global dan terlihat pertumbuhan yang kuat dalam bisnis periklanannya.

Streamer tersebut mengatakan jumlah keanggotaan (membership) yang didukung iklan tumbuh 34% selama periode tersebut, dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu.

Advertisement

Periklanan telah menjadi model bisnis yang semakin penting bagi perusahaan media untuk meningkatkan atau mencapai profitabilitas streaming.

Saham Netflix menunjukkan peningkatan dalam beberapa kuartal terakhir karena upayanya untuk mendapatkan pelanggan pada tingkat yang lebih murah dan didukung iklan. Ini bersamaan dengan tindakan tegas perusahaan terhadap pembagian kata sandi.

Netflix mengatakan pihaknya kini memperkirakan pertumbuhan pendapatan setahun penuh yang dilaporkan sebesar 14% hingga 15%, dibandingkan dengan panduan sebelumnya sebesar 13% hingga 15%.

Perusahaan melaporkan laba bersih sebesar US$ 2,15 miliar atau US$ 4,88 per saham, naik dari US$ 1,49 miliar atau US$ 3,29 per saham selama kuartal II-2023.

Keanggotaan berbayar global Netflix meningkat 16,5% dari tahun ke tahun (YoY) menjadi 278 juta. Ini menandai salah satu pembaruan terakhir yang akan dirilis Netflix mengenai nomor keanggotaannya.

Pada kuartal terakhir, perusahaan memperingatkan investor mereka akan berhenti memberikan jumlah keanggotaan triwulanan atau pendapatan rata-rata per pengguna mulai 2025.

“(Perusahaan) berfokus pada pendapatan dan margin operasi sebagai metrik keuangan utama kami, dan keterlibatan (yaitu waktu yang dihabiskan) sebagai proksi terbaik untuk kepuasan pelanggan,” jelas mereka dalam keterangan yang dirilis pada Jumat (19/7/2024).

Netflix mulai fokus pada strategi bisnis yang berbeda untuk mendorong pertumbuhan pendapatan, setelah streamer tersebut sempat mengalami pertumbuhan pelanggan yang lambat pada 2022.

Pada Mei 2024, Netflix mengatakan akan meluncurkan platform iklannya sendiri dan tidak lagi bermitra dengan Microsoft untuk teknologi tersebut.

Perusahaan juga telah mulai menambahkan siaran langsung olahraga, seperti pertandingan NFL pada Hari Natal selama tiga tahun ke depan. Langkah ini kemungkinan akan menarik lebih banyak dana iklan untuk streamer.

“Kami hadir di (TV) langsung karena anggota kami menyukainya, dan hal ini mendorong banyak keterlibatan dan banyak kegembiraan... dan hal baiknya adalah pengiklan menyukainya karena alasan yang sama,” beber co-CEO Netflix Ted Sarandos.

Netflix telah terjun ke konten langsung bahkan sebelum kesepakatannya dengan NFL. Sarandos mencatat fokus perusahaan pada “hiburan langsung yang menarik dan eksklusif”.

Acara orisinal seperti “Bridgerton” dan “Baby Reindeer” terus mendorong keterlibatan streamer.

Netflix Melonjak di Panggung Raksasa Streaming
Luke Newton dan Nicola Coughlan menghadiri pemutaran khusus Bridgerton, salah satu film produksi Netflix di Odeon Luxe Leicester Square pada 12 Juni 2024 di London, Inggris. (Foto: John Phillips/ Getty Images)

Perusahaan tersebut mengungkapkan, paket yang lebih murah dan didukung iklan telah mendapatkan daya tarik di antara basisnya. Pelanggan paket ini mencakup lebih dari 45% pendaftaran di pasar tempat opsi tersebut ditawarkan.

Namun, Netflix juga mencatat bisnis yang didukung iklan masih tergolong muda. Mereka tidak memperkirakan pendapatan iklan akan menjadi “pendorong utama pertumbuhan pendapatan kami pada 2024 atau 2025”.

“Tantangan jangka pendek (dan peluang jangka menengah) adalah bahwa kami melakukan penskalaan yang lebih cepat daripada kemampuan kami untuk memonetisasi inventaris iklan kami yang terus bertambah,” kata perusahaan itu dalam rilis pendapatannya. Ini berarti Netflix tersebut belum mampu memenuhi permintaan pengiklan.

Dalam catatan ini, Netflix menambahkan pihaknya yakin mereka berada di jalur yang tepat untuk mencapai skala pelanggan iklan yang penting bagi pengiklan tahun depan. Ini akan memungkinkan perusahaan meningkatkan keanggotaan tingkat iklannya pada 2026 dan seterusnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 49 detik yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 5 menit yang lalu

Masuk Saham Terkonsentrasi Tinggi, Laba Samator (AGII) Merosot

Laba bersih Samator Indo Gas (AGII) merosot 44,37% pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
International 13 menit yang lalu

Kadin: Perang Lumpuhkan Ekonomi Timur Tengah, Biaya Kirim Melonjak 3 Kali

Kadin ungkap dampak perang Iran-AS: Biaya logistik naik 3 kali lipat & pengiriman barang molor hingga 2 bulan. Cek dampaknya bagi Indonesia.
Macroeconomy 49 menit yang lalu

Komitmen Investasi Rp574 Triliun dari Jepang dan Korsel

Dalam situasi geopolitik yang tidak menentu, Indonesia masih menjadi daya tarik bagi para investor dari Jepang maupun Korsel.
Finance 1 jam yang lalu

Bank Mantap Dukung Taspen Tingkatkan Kualitas Hunian Masyarakat

PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) mendukung langkah PT Taspen (Persero) dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Business 1 jam yang lalu

PLN Icon Plus Cegah Stunting melalui Kolaborasi Posyandu di Srondol Wetan

PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) cegah stunting.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia