Korut Ingin Mulai Kembali Perundingan Nuklir Jika Trump Menang
SEOUL, investor.id – Pemerintah Korea Utara (Korut) ingin membuka kembali perundingan nuklir dengan Amerika Serikat (AS) jika Donald Trump terpilih kembali sebagai presiden. Pihaknya sedang berupaya menyusun strategi negosiasi baru, kata seorang diplomat senior Korut yang baru-baru ini membelot ke Korea Selatan (Korsel), seperti dilaporkan Reuters.
Kisah pelarian Ri Il Gyu dari Kuba menjadi berita utama di seluruh dunia bulan lalu. Ia adalah diplomat Korut berpangkat tertinggi yang membelot ke Selatan sejak 2016.
Pada wawancara pertamanya dengan media internasional, Ri mengatakan pemerintah Korut telah menetapkan Rusia, AS, maupun Jepang sebagai prioritas utama kebijakan luar negerinya untuk tahun ini dan seterusnya.
Sambil memperkuat hubungan dengan Rusia, otoritas Korut ingin membuka kembali perundingan nuklir dengan AS. Ini hanya akan terjadi apabila Trump memenangkan pemilihan ulang pada November 2024, kata Ri.
Adapun Trump telah terlibat dalam taktik berbahaya dan diplomasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan Korut, selama masa jabatan sebelumnya.
Para diplomat di Pyongyang sedang memetakan strategi untuk skenario itu. Tujuannya adalah mencabut sanksi terhadap program persenjataannya, mencabut penunjukannya sebagai negara sponsor terorisme, dan memperoleh bantuan ekonomi, kata Ri.
Komentar Ri menandakan potensi perubahan sikap dari sikap Korut saat ini, setelah pernyataan baru-baru ini mengabaikan kemungkinan dialog dengan AS dan memperingatkan konfrontasi bersenjata.
Pertemuan puncak antara Pemimpin Korut Kim Jong Un dan Trump di Vietnam pada 2019 gagal karena sanksi AS atas Korut. Ri menyalahkan keputusan Kim untuk mempercayakan diplomasi nuklir kepada komandan militer yang "tidak berpengalaman dan tidak tahu apa-apa".
"Kim Jong Un tidak tahu banyak tentang hubungan internasional dan diplomasi, atau bagaimana membuat penilaian strategis," bebernya.
"Kali ini, Kementerian Luar Negeri pasti akan memperoleh kekuasaan dan mengambil alih, dan tidak akan mudah bagi Trump untuk mengikat tangan dan kaki Korea Utara lagi selama empat tahun tanpa memberikan apa pun," tambah Ri.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






