Jumat, 15 Mei 2026

Korut Ingin Mulai Kembali Perundingan Nuklir Jika Trump Menang

Penulis : Grace El Dora
1 Aug 2024 | 17:12 WIB
BAGIKAN
Donald Trump bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di zona demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea di Panmunjom, Korea Selatan pada 30 Juni 2019. (Foto: Reuters/ Kevin Lamarque)
Donald Trump bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di zona demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea di Panmunjom, Korea Selatan pada 30 Juni 2019. (Foto: Reuters/ Kevin Lamarque)

SEOUL, investor.id – Pemerintah Korea Utara (Korut) ingin membuka kembali perundingan nuklir dengan Amerika Serikat (AS) jika Donald Trump terpilih kembali sebagai presiden. Pihaknya sedang berupaya menyusun strategi negosiasi baru, kata seorang diplomat senior Korut yang baru-baru ini membelot ke Korea Selatan (Korsel), seperti dilaporkan Reuters.

Kisah pelarian Ri Il Gyu dari Kuba menjadi berita utama di seluruh dunia bulan lalu. Ia adalah diplomat Korut berpangkat tertinggi yang membelot ke Selatan sejak 2016.

Pada wawancara pertamanya dengan media internasional, Ri mengatakan pemerintah Korut telah menetapkan Rusia, AS, maupun Jepang sebagai prioritas utama kebijakan luar negerinya untuk tahun ini dan seterusnya.

ADVERTISEMENT

Sambil memperkuat hubungan dengan Rusia, otoritas Korut ingin membuka kembali perundingan nuklir dengan AS. Ini hanya akan terjadi apabila Trump memenangkan pemilihan ulang pada November 2024, kata Ri.

Adapun Trump telah terlibat dalam taktik berbahaya dan diplomasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan Korut, selama masa jabatan sebelumnya.

Para diplomat di Pyongyang sedang memetakan strategi untuk skenario itu. Tujuannya adalah mencabut sanksi terhadap program persenjataannya, mencabut penunjukannya sebagai negara sponsor terorisme, dan memperoleh bantuan ekonomi, kata Ri.

Komentar Ri menandakan potensi perubahan sikap dari sikap Korut saat ini, setelah pernyataan baru-baru ini mengabaikan kemungkinan dialog dengan AS dan memperingatkan konfrontasi bersenjata.

Pertemuan puncak antara Pemimpin Korut Kim Jong Un dan Trump di Vietnam pada 2019 gagal karena sanksi AS atas Korut. Ri menyalahkan keputusan Kim untuk mempercayakan diplomasi nuklir kepada komandan militer yang "tidak berpengalaman dan tidak tahu apa-apa".

"Kim Jong Un tidak tahu banyak tentang hubungan internasional dan diplomasi, atau bagaimana membuat penilaian strategis," bebernya.

"Kali ini, Kementerian Luar Negeri pasti akan memperoleh kekuasaan dan mengambil alih, dan tidak akan mudah bagi Trump untuk mengikat tangan dan kaki Korea Utara lagi selama empat tahun tanpa memberikan apa pun," tambah Ri.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 47 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 49 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia