Kamis, 14 Mei 2026

Sedikitnya 14 Warga Korsel Tewas Akibat Gelombang Panas

Penulis : Grace El Dora
6 Aug 2024 | 13:19 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi suhu ekstrem akibat pemanasan global. (Foto: HO-Anadolu/www.aa.com.tr)
Ilustrasi suhu ekstrem akibat pemanasan global. (Foto: HO-Anadolu/www.aa.com.tr)

ANKARA, investor.id – Sedikitnya 14 warga Korea Selatan (Korsel) meninggal dunia akibat gelombang panas sejak awal 2024. Kejadian terakhir pada akhir pekan lalu dua wanita tewas akibat suhu panas yang ekstrem.

Menurut kantor berita Yonhap yang berbasis di Seoul melaporkan pernyataan Kementerian Dalam Negeri negara itu. Disebutkan, dua perempuan berusia 70-an itu meninggal akibat suhu panas pada Minggu (4/8/2024).

Seorang wanita berusia 71 tahun ditemukan tidak sadarkan diri di rumahnya di Seoul, kemudian meninggal karena penyakit terkait panas. Wanita lain berusia 78 tahun meninggal pada hari yang sama saat, bekerja di sebuah ladang daerah Goheung, selatan Seoul.

ADVERTISEMENT

Hampir 1.700 orang dirawat ke rumah sakit karena penyakit yang terkait dengan suhu panas sepanjang 2024.

Sekitar 303.000 ekor hewan ternak termasuk 277.000 unggas tewas akibat gelombang panas, terhitung sejak 11 Juni 2024.

Beberapa wilayah Korsel masih berada di bawah peringatan panas, karena badan cuaca setempat memprakirakan kondisi panas saat ini berlanjut hingga pertengahan Agustus 2024.

Pada Minggu, otoritas Korsel telah mencatat 12 malam tropis sepanjang musim panas tahun ini. Angka tersebut melampaui puncak musim panas 2018 dengan 10 hari malam tropis. Badan cuaca negara itu menyebutkan, malam tropis itu mengacu pada suhu di malam hari yang tetap di atas 25 derajat Celsius antara pukul 18:01 dan 09:00 keesokan harinya.

Pekan lalu, pihak berwenang Korsel mengeluarkan peringatan gelombang panas tertinggi ketika suhu melonjak hingga sekitar 40 derajat Celsius di beberapa wilayah itu.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 59 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia