Paus Fransiskus Kritik Kamala Harris dan Donald Trump
Trump telah berjanji untuk menindak tegas imigrasi ilegal dan mendeportasi jutaan imigran yang sudah berada di AS jika terpilih untuk masa jabatan kedua sebagai presiden. Ia juga menolak mengesampingkan pembangunan kamp penahanan bagi imigran tidak berdokumen.
Harris telah berjanji menandatangani undang-undang apa pun yang disahkan oleh Kongres untuk memulihkan perlindungan nasional untuk akses aborsi, yang dibatalkan oleh Mahkamah Agung dalam keputusan Dobbs pada 2022.
Kedua kandidat berdebat tentang kedua isu tersebut pada Rabu (11/9/2024) dalam debat pertama mereka bersama. Sebagian besar jajak pendapat menunjukkan persaingan yang ketat, dengan Harris unggul tipis.
Paus menyebut imigrasi sebagai "hak", mengutip bagian Alkitab yang menyebut anak yatim, janda, dan orang asing sebagai tiga jenis orang yang harus diperhatikan oleh masyarakat. "Tidak menyambut para migran adalah dosa. Itu dosa besar," sambungnya.
Fransiskus mengatakan aborsi adalah membunuh manusia. Ia mengatakan tidak ada alasan untuk melakukan aborsi. "Itu adalah pembunuhan. Tentang hal-hal ini kita harus berbicara dengan jelas. Tidak ada 'tetapi' atau 'bagaimanapun'," ucap Paus Fransiskus.
Menyeimbangkan prioritas politik telah menjadi subjek diskusi di antara para uskup AS. Pihaknya telah mengeluarkan pedoman pemilihan serupa setiap siklus presiden sejak 2007-2008, dengan beberapa pembaruan.
Versi terbaru mereka, yang dirilis dengan pengantar baru pada November 2023, menyatakan "ancaman aborsi" adalah "prioritas utama" bagi umat Katolik.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






