Jumat, 15 Mei 2026

Paus Fransiskus Kritik Kamala Harris dan Donald Trump

Penulis : Grace El Dora
14 Sep 2024 | 15:25 WIB
BAGIKAN
Paus Fransiskus mengadakan konferensi pers di dalam pesawat kepausan dalam penerbangannya kembali setelah perjalanan 12 hari melintasi Asia Tenggara dan Oseania pada Jumat (13/9/2024). (Foto: REUTERS/Guglielmo Mangiapane/Pool)
Paus Fransiskus mengadakan konferensi pers di dalam pesawat kepausan dalam penerbangannya kembali setelah perjalanan 12 hari melintasi Asia Tenggara dan Oseania pada Jumat (13/9/2024). (Foto: REUTERS/Guglielmo Mangiapane/Pool)

PESAWAT KEPAUSAN, investor.id – Paus Fransiskus melontarkan kritikan kepada mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump atas rencananya untuk mendeportasi jutaan imigran. Sang Paus juga mengkritik Wakil Presiden AS Kamala Harris atas pendiriannya yang mendukung hak aborsi.

Ketika ditanya tentang pemilihan presiden AS dalam penerbangannya kembali ke Roma dari Singapura, Paus mengatakan tidak menyambut migran adalah dosa "berat". Ia juga menyamakan tindakan aborsi dengan "pembunuhan".

Ia mengatakan umat Katolik AS harus "memilih kejahatan yang lebih rendah" ketika mereka memberikan suara pada November 2024, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

Fransiskus berbicara dalam konferensi pers dengan wartawan setelah lawatan 12 hari yang melelahkan di Asia Tenggara dan Oseania. Meskipun tidak menggunakan nama Trump dan Harris, Paus merujuk secara khusus pada kebijakan dan jenis kelamin mereka. Meskipun mengkritik kedua kandidat, ia mengatakan umat Katolik harus memilih.

"Tidak memilih itu buruk. Itu tidak baik. Anda harus memilih. Anda harus memilih yang lebih baik. Siapa yang lebih baik? Wanita itu, atau pria itu? Saya tidak tahu. Setiap orang, dalam hati nurani, (harus) berpikir dan melakukan ini," ujar Paus berusia 87 tahun itu.

Umat Katolik Amerika, yang jumlahnya sekitar 52 juta di seluruh negeri, sering dianggap sebagai pemilih yang penting. Di beberapa negara bagian medan pertempuran, termasuk Pennsylvania dan Wisconsin, lebih dari 20% orang dewasa beragama Katolik.

Fransiskus, pemimpin sekitar 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia, biasanya berhati-hati dalam mempertimbangkan pemilihan politik nasional. Namun, ia sering mengkritik aborsi, yang dilarang oleh ajaran Katolik, dengan kata-kata tajam.

Ia juga sebelumnya mengkritik retorika anti-imigran Trump. Selama pemilihan umum 2016, ia mengatakan Trump "tidak beragama Kristen" dalam pandangannya.

Pada Jumat (Sabtu pagi WIB), Fransiskus mengatakan kebijakan kedua kandidat melawan kehidupan.

"Baik yang mengusir migran, atau yang membunuh anak-anak. Keduanya menentang kehidupan," kata Paus Fransiskus.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 4 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 42 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 46 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia