Trump Ancam Gugat Google Gara-gara Ini
ISTANBUL, investor.id – Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menggugat Google. Gugatan diajukan jika Trump memenangkan Pemilu 2024, atas dasar tuduhan perusahaan search engine itu telah memanipulasi hasil pencarian yang menguntungkan Wakil Presiden AS Kamala Harris.
Trump mengunggah pernyataan ini lewat media sosial di Truth Social miliknya. Menurut Trump, Google mengoperasikan sistem ilegal yang mengutamakan berita-berita negatif mengenai dirinya namun menyoroti berita-berita yang menguntungkan Kamala Harris.
Trump tidak mengutip undang-undang tertentu/ memperingatkan jika terpilih, ia akan mendesak Departemen Kehakiman AS untuk mengadili Google atas apa yang disebutnya campur tangan terang-terangan dalam pemilu.
"Ini adalah aktivitas ilegal. Saya akan menuntut mereka diadili, dengan hukuman terberat, saat saya memenangkan pemilu dan menjadi Presiden AS!” seru Trump seperti dikutip Anadolu, Sabtu (28/9/2024).
Pernyataan Trump tersebut tampaknya berkaitan dengan penelitian yang dilakukan Media Research Center yang konservatif. Pihaknya yang mengklaim bahwa algoritma pencarian Google secara tidak proporsional menguntungkan Harris dibandingkan Trump, demikian laporan USA Today yang berbasis di Washington.
Penelitian yang diliput oleh media seperti Fox News dan New York Post tersebut berfokus pada penelusuran yang dilakukan pada 6 September 2024 dengan judul “Donald Trump Presidential Race 2024”.
Sementara itu baru ditemukan, bagian “Berita Utama” menampilkan tujuh artikel dari apa yang digambarkan kelompok tersebut sebagai media yang condong ke kiri, seperti New York Times dan Politico, sebelum menautkan ke situs web kampanye Trump.
Namun Google menyangkal tuduhan tersebut.
Seorang juru bicara perusahaan, yang tak ingin disebutkan namanya, menyatakan hasil pencarian mencerminkan konten yang terus berubah yang tersedia di web dan tidak dimanipulasi untuk menguntungkan kandidat mana pun.
Juru bicara itu menambahkan, penelitian Media Research Center meneliti satu istilah pencarian pada satu hari tertentu. Pihaknya menemukan situs web kampanye Trump dan Harris berada di peringkat teratas hasil pencarian.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Tag Terpopuler
Terpopuler






