Jumat, 15 Mei 2026

AS Konfirmasi Korut Kirim 3.000 Tentara ke Rusia

Penulis : Grace El Dora
24 Okt 2024 | 11:33 WIB
BAGIKAN
Layar televisi memperlihatkan gambar tentara yang diyakini berasal dari Korea Utara mengantre untuk menerima pasokan dari Rusia selama program berita di Stasiun Kereta Api Seoul di Seoul, Korea Selatan pada Senin (21/10/2024). (Foto: AP/Ahn Young-joon)
Layar televisi memperlihatkan gambar tentara yang diyakini berasal dari Korea Utara mengantre untuk menerima pasokan dari Rusia selama program berita di Stasiun Kereta Api Seoul di Seoul, Korea Selatan pada Senin (21/10/2024). (Foto: AP/Ahn Young-joon)

WASHINGTON, investor.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengatakan sebanyak 3.000 tentara Korea Utara (Korut) telah dikerahkan ke Rusia dan berlatih di beberapa lokasi. Pihaknya menyebut ini tindakan serius dan memperingatkan pasukan tersebut akan menjadi “sasaran yang adil” jika mereka bertempur di Ukraina.

Pengerahan tersebut meningkatkan potensi bagi Korut untuk bergabung dengan pasukan Rusia di Ukraina. Ini juga menunjukkan perluasan hubungan militer antara kedua negara, saat pemerintah Ruia berupaya mendapatkan senjata dan pasukan untuk perang di Ukraina.

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin menyebutnya sebagai langkah lanjutan, setelah Korut menyediakan senjata bagi Rusia. Menurutnya, Korut dapat menghadapi konsekuensi karena membantu Rusia secara langsung.

ADVERTISEMENT

Komentarnya adalah konfirmasi publik pertama AS tentang Korut yang mengirim pasukan ke Rusia. Perkembangan ini diungkapkan oleh pejabat Korea Selatan (Korsel) tetapi dibantah oleh Korut dan Rusia.

Juru bicara keamanan nasional Gedung Putih John Kirby mengatakan AS meyakini sedikitnya 3.000 tentara Korut berlayar dengan kapal ke Vladivostok, pelabuhan Pasifik terbesar Rusia, pada awal hingga pertengahan Oktober 2024.

"Para tentara ini kemudian melanjutkan perjalanan ke sejumlah lokasi pelatihan militer Rusia di Rusia timur, tempat mereka saat ini menjalani pelatihan," kata Kirby, seperti dikutip Associated Press, Kamis (24/10/2024).

"Kami belum tahu apakah para tentara ini akan bertempur bersama militer Rusia, tetapi ini tentu saja merupakan kemungkinan yang sangat mengkhawatirkan," sambungnya. Kirby mengatakan mereka dapat pergi ke Rusia barat dan kemudian terlibat dalam pertempuran melawan pasukan Ukraina, tetapi ia dan Austin mengatakan AS terus menilai situasi.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia