PM Inggris Sebut Iran Tak Boleh Balas Serangan Israel
JAKARTA, investor.id – Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer mengatakan Iran tidak boleh menanggapi serangan Israel.
“Saya yakin Israel memiliki hak untuk membela diri terhadap agresi Iran ... Iran tidak boleh menanggapi (serangan Israel),” ucapnya Starmer dipantau secara daring pada Sabtu (26/10/2024).
Tanggapan tersebut muncul setelah Israel melakukan serangan udara ke fasilitas militer Iran pada Sabtu waktu setempat. Starmer juga meyakini semua pihak perlu menghindari eskalasi regional lebih lanjut dan mendesak semua pihak untuk menahan diri.
“Kami akan terus bekerja sama dengan sekutu untuk meredakan situasi di seluruh kawasan,” tukasnya.
Pada Sabtu dini hari, Israel melakukan serangan udara terhadap fasilitas militer Iran sebagai balasan atas serangan rudal Iran ke Israel pada 1 Oktober 2024.
Serangan rudal Iran pada 1 Oktober itu merupakan balasan atas tewasnya pemimpin politik Hamas di Teheran, Iran pada Juli 2024 dan tewasnya pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah di Beirut bulan lalu.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran pada Sabtu mengatakan, berdasarkan hak yang melekat atas pembelaan yang sah, yang juga tercantum dalam Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Iran berhak dan berkewajiban untuk membela diri terhadap agresi Israel.
Baku tembak antara Israel dan Iran meningkat pada 2024 setelah Israel mengebom Kedutaan Besar Iran di Suriah pada 1 April 2024 yang menewaskan sejumlah pejabat militer senior. Iran menanggapi serangan bom itu dua minggu kemudian dengan meluncurkan ratusan pesawat nirawak dan rudal balistik ke Israel.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






