Jumat, 15 Mei 2026

Jelang Pemilu AS, Pasar Khawatirkan Obligasi dan Inflasi

Penulis : Grace El Dora
5 Nov 2024 | 08:08 WIB
BAGIKAN
Calon presiden dari Partai Republik Donald Trump mengeluh tentang mikrofonnya yang tidak berfungsi dengan baik selama rapat umum kampanye di Fiserv Forum pada 1 November 2024 di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat. (Foto: Chip Somodevilla/ Getty Images)
Calon presiden dari Partai Republik Donald Trump mengeluh tentang mikrofonnya yang tidak berfungsi dengan baik selama rapat umum kampanye di Fiserv Forum pada 1 November 2024 di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat. (Foto: Chip Somodevilla/ Getty Images)

Trump maupun Harris bahkan tidak membahas disiplin fiskal, yang menimbulkan kekhawatiran investor akan menuntut imbal hasil yang lebih tinggi, sebagai imbalan atas kepemilikan surat utang Treasury yang tiba-tiba tidak terlihat begitu aman.

Faktanya, Yardeni melihat faktor fiskal dan The Fed sebagai penyebab bersama. Bank sentral secara luas diharapkan menyetujui pemotongan seperempat poin persentase atau 25 bps lagi saat bertemu pada Kamis (7/11/2024).

"Investor sering mendengar 'Jangan melawan Fed,' tetapi mungkin The Fed yang seharusnya tidak melawan Bond Vigilantes," ucap kepala Yardeni Research seperti dikutip CNBC internasional, Selasa (5/11/2024).

ADVERTISEMENT

“Pasar obligasi dapat dengan mudah meniadakan dampak pemangkasan suku bunga berikutnya. Itu karena pasar obligasi yakin The Fed memangkas suku bunga terlalu banyak, terlalu cepat, dan karenanya meningkatkan ekspektasi inflasi jangka panjang. Ekspektasi ini meningkat karena kekhawatiran tentang lebih banyak ekses fiskal dari pemerintahan berikutnya,” sambungnya.

Presiden Sri-Kumar Global Strategies Komal Sri-Kumar mengatakan obligasi menunjukkan kelanjutan defisit fiskal yang besar dalam masa jabatan presiden Kamala Harris atau Donald Trump, dan kurangnya disiplin dalam kebijakan moneter, menjamin imbal hasil yang jauh lebih tinggi.

“Federal Reserve dapat mengabaikan sinyal tersebut dengan risikonya sendiri,” kata dia.

Sementara itu Harris telah menjadi bagian dari pemerintahan di mana kemurahan hati fiskal, dikombinasikan dengan faktor penawaran dan permintaan terkait pandemi, menyebabkan tingkat inflasi tertinggi dalam lebih dari 40 tahun.

Namun, usulan Trump yang mendapat perhatian lebih intensif akhir-akhir ini. Situs taruhan daring telah meningkatkan peluang ia dapat dipilih untuk masa jabatan berikutnya, meskipun jajak pendapat menunjukkan persaingan yang ketat.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 19 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia