Jelang Pemilu AS, Pasar Khawatirkan Obligasi dan Inflasi
Trump maupun Harris bahkan tidak membahas disiplin fiskal, yang menimbulkan kekhawatiran investor akan menuntut imbal hasil yang lebih tinggi, sebagai imbalan atas kepemilikan surat utang Treasury yang tiba-tiba tidak terlihat begitu aman.
Faktanya, Yardeni melihat faktor fiskal dan The Fed sebagai penyebab bersama. Bank sentral secara luas diharapkan menyetujui pemotongan seperempat poin persentase atau 25 bps lagi saat bertemu pada Kamis (7/11/2024).
"Investor sering mendengar 'Jangan melawan Fed,' tetapi mungkin The Fed yang seharusnya tidak melawan Bond Vigilantes," ucap kepala Yardeni Research seperti dikutip CNBC internasional, Selasa (5/11/2024).
“Pasar obligasi dapat dengan mudah meniadakan dampak pemangkasan suku bunga berikutnya. Itu karena pasar obligasi yakin The Fed memangkas suku bunga terlalu banyak, terlalu cepat, dan karenanya meningkatkan ekspektasi inflasi jangka panjang. Ekspektasi ini meningkat karena kekhawatiran tentang lebih banyak ekses fiskal dari pemerintahan berikutnya,” sambungnya.
Presiden Sri-Kumar Global Strategies Komal Sri-Kumar mengatakan obligasi menunjukkan kelanjutan defisit fiskal yang besar dalam masa jabatan presiden Kamala Harris atau Donald Trump, dan kurangnya disiplin dalam kebijakan moneter, menjamin imbal hasil yang jauh lebih tinggi.
“Federal Reserve dapat mengabaikan sinyal tersebut dengan risikonya sendiri,” kata dia.
Sementara itu Harris telah menjadi bagian dari pemerintahan di mana kemurahan hati fiskal, dikombinasikan dengan faktor penawaran dan permintaan terkait pandemi, menyebabkan tingkat inflasi tertinggi dalam lebih dari 40 tahun.
Namun, usulan Trump yang mendapat perhatian lebih intensif akhir-akhir ini. Situs taruhan daring telah meningkatkan peluang ia dapat dipilih untuk masa jabatan berikutnya, meskipun jajak pendapat menunjukkan persaingan yang ketat.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






