Trump Abaikan Pemeriksaan FBI untuk Seleksi Menteri AS
MOSKOW, investor.id – Tim transisi presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghindari proses pemeriksaan latar belakang oleh Biro Investigasi Federal (FBI). Padahal standar ini dimaksudkan untuk memilih calon-calon menteri tertentu, lapor CNN internasional.
Seperti dikutip dari laporan tersebut, sumber-sumber yang dekat dengan perencanaan transisi tersebut mengatakan tim Trump menggunakan perusahaan swasta untuk melakukan pemeriksaan para kandidat menteri.
Trump dan sekutu-sekutunya menilai sistem yang dilakukan FBI berjalan secara lambat, yang dapat menghambat kemampuannya untuk segera mulai melaksanakan agendanya. Ini disampaikan oleh orang-orang yang diberi penjelasan mengenai rencana tersebut, seperti dikutip pada Sabtu (16/11/2024).
Ia mengabaikan pemeriksaan latar belakang, yang dianggap bertentangan dengan norma lama di Washington. Langkah Trump ini menunjukkan ketidakpercayaan Trump terhadap lembaga keamanan nasional.
Trump juga secara pribadi meragukan perlunya pemeriksaan latar belakang penegakan hukum, demikian bunyi laporan yang mengutip sejumlah sumber pemberitaan tersebut.
Diskusi dimulai ketika Trump mengusulkan beberapa kandidat kontroversial untuk posisi-posisi penting di pemerintahan. Di antaranya adalah Matt Gaetz sebagai Jaksa Agung dan Tulsi Gabbard sebagai Direktur Intelijen Nasional (DNI).
Sebelumnya pada Kamis (14/11), NBC News melaporkan Partai Republik di Senat AS akan meneliti pencalonan Gaetz.
Baca Juga:
Kabinet Loyalis TrumpGaetz kini sedang menghadapi penyelidikan Komite Etik DPR atas tuduhan pelanggaran seksual, penggunaan obat-obatan terlarang dan tuduhan lainnya, mengutip laporan Sputnik.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






