Jumat, 15 Mei 2026

Mayoritas Pasar Asia Pasifik Menguat, Jepang dan China Fokus Hari Ini

Penulis : Grace El Dora
20 Nov 2024 | 08:09 WIB
BAGIKAN
Seorang wanita melihat monitor yang menunjukkan indeks Nikkei 225 Jepang di sebuah perusahaan sekuritas saat dia menunggu di persimpangan lalu lintas di Tokyo, Jepang pada Senin (30/9/2024). (Foto: AP/Hiro Komae)
Seorang wanita melihat monitor yang menunjukkan indeks Nikkei 225 Jepang di sebuah perusahaan sekuritas saat dia menunggu di persimpangan lalu lintas di Tokyo, Jepang pada Senin (30/9/2024). (Foto: AP/Hiro Komae)

TOKYO, investor.id – Mayoritas pasar Asia Pasifik menguat pada pembukaan Rabu (20/11/2024), dengan Jepang dan China menjadi fokus hari ini. Kenaikan ini menyusul pergerakan mixed di Wall Street, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Ukraina dan Rusia.

Investor menilai data perdagangan Oktober 2024 dari Jepang. Pertumbuhan ekspor mencapai 3,1% secara tahunan (YoY), melampaui estimasi oleh para ekonom yang disurvei oleh Reuters dan naik dari penurunan 1,7% pada September 2024.

Pertumbuhan impor juga mengalahkan estimasi sebesar 0,4% tetapi turun dari 2,1% pada bulan sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Nikkei 225 Jepang dibuka naik 0,25, sementara Topix naik 0,3%.

Harga berjangka indeks Hang Seng (HSI) Hong Kong berada pada level 19.619, sedikit lebih rendah dari penutupan terakhir HSI sebesar 19.663,67.

Menurut jajak pendapat Reuters, China diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pinjaman acuannya pada Rabu setelah suku bunga tersebut dipotong pada Oktober 2024.

Kospi Korea Selatan naik 0,20% sementara Indeks Kosdaq turun 0,27%. S&P/ ASX 200 Australia turun 0,15%.

Semalam di Amerika Serikat (AS), Nasdaq melonjak 1,04% dan ditutup pada 18.987,47, sementara S&P 500 naik 0,4% dan ditutup pada 5.916,98. Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 120,66 poin, atau 0,28%, dan ditutup pada 43.268,94.

Tekanan pasar dimulai semalam setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan AS, ambang batas penggunaan senjata nuklir telah diturunkan. Sikap baru ini diputuskan setelah Presiden AS Joe Biden mengizinkan Ukraina menggunakan senjata AS untuk menyerang wilayah Rusia.

Kerugian kemudian meningkat setelah laporan Ukraina menyerang wilayah perbatasan Rusia Bryansk dengan rudal jarak jauh buatan AS.

Nasdaq Composite naik 1,04% dan ditutup pada level 18.987,47, sementara S&P 500 naik 0,4% dan ditutup pada level 5.916,98. Dow Jones Industrial Average turun 120,66 poin, atau 0,28%, dan ditutup pada level 43.268,94.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 49 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 59 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia