Jumat, 15 Mei 2026

AS Dukung Suriah dan Negara Tetangganya Setelah Dinasti Assad Runtuh

Penulis : Grace El Dora
9 Des 2024 | 15:23 WIB
BAGIKAN
Para pengunjuk rasa ikut serta dalam protes terhadap presiden di luar Majelis Nasional pada Minggu (8/12/2024) di Seoul, Korea Selatan. (Foto: Ezra Acayan/ Getty Images News)
Para pengunjuk rasa ikut serta dalam protes terhadap presiden di luar Majelis Nasional pada Minggu (8/12/2024) di Seoul, Korea Selatan. (Foto: Ezra Acayan/ Getty Images News)

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memuji penggulingan kediktatoran Suriah. Tetapi ia memperingatkan tentang ketidakpastian selama transisi politik negara tersebut.

"Ini adalah momen kesempatan bersejarah bagi rakyat Suriah yang telah lama menderita untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi negara mereka yang bangga," katanya dari Ruang Roosevelt Gedung Putih, seperti dikutp CNBC internasional pada Senin (9/12/2024).

"Ini juga merupakan momen risiko dan ketidakpastian. Saat kita beralih ke pertanyaan tentang apa yang akan terjadi selanjutnya, Amerika Serikat akan bekerja dengan mitra kami dan para pemangku kepentingan di Suriah untuk membantu mereka memanfaatkan peluang untuk mengelola risiko tersebut," papar Biden.

ADVERTISEMENT

Pemerintah AS akan mendukung negara-negara tetangga Suriah, termasuk Yordania, Irak, Lebanon, dan Israel selama masa transisi dan mengirim pejabat senior ke wilayah tersebut, kata Biden.

Presiden AS itu juga berjanji untuk melanjutkan misi melawan ISIS dan memastikan keamanan fasilitas penahanan di Suriah yang menampung para pejuang ISIS.

"Kami sangat menyadari fakta bahwa ISIS akan mencoba memanfaatkan kekosongan baru ini untuk membangun kembali kemampuannya dan menciptakan tempat berlindung yang aman. Kami tidak akan membiarkan itu terjadi," lanjut Biden.

Ia menambahkan pasukan AS melakukan belasan serangan udara presisi di Suriah pada Minggu (8/12/2024), yang menargetkan kamp-kamp dan anggota ISIS.

Namun, ia mencatat bukan hanya ISIS yang menjadi ancaman. Biden mengatakan AS akan tetap waspada, seraya menambahkan beberapa kelompok pemberontak yang menjatuhkan rezim Assad memiliki catatan terorisme dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) mereka sendiri.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Business 10 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 20 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia