China Akan Lancarkan Stimulus Fiskal untuk Bantu Ekonominya
BEIJING, investor.id – Para pemimpin China pada Senin (9/12/2024) akan melancarkan stimulus fiskal untuk membantu ekonomi China yang melambat. Pihaknya menjanjikan langkah-langkah fiskal yang dinilai lebih proaktif.
Pemerintah China juga akan melaksanakan kebijakan moneter yang cukup longgar pada 2025 untuk meningkatkan konsumsi domestik, menurut pernyataan resmi dari pertemuan kebijakan utama yang menguraikan prioritas ekonomi mendatang.
Politbiro, badan pengambil keputusan utama yang dipimpin oleh Presiden Xi Jinping, mengatakan akan menstabilkan pasar properti dan saham sambil memperkuat penyesuaian kontra-siklus yang tidak konvensional, kata pernyataan Partai Komunis yang diterjemahkan CNBC internasional, Senin.
Pertemuan penting tersebut telah menjadi latar bagi Konferensi Kerja Ekonomi Pusat tahunan, yang kabarnya akan berlangsung antara 11-12 Desember 2024.
Selama kedua pertemuan tersebut, para pembuat kebijakan utama berkumpul untuk meninjau kinerja ekonomi dan implementasi kebijakan pada tahun berjalan, sambil menetapkan prioritas untuk tahun berikutnya.
Pemerintah pusat juga akan membahas target pertumbuhan dan anggarannya untuk 2025. Sebagian dilakukan untuk memberikan arahan kepada pemerintah daerah dalam menetapkan target mereka sendiri, menjelang sidang parlemen tahunan awal tahun depan.
Pertumbuhan Ekonomi
Meskipun hal-hal spesifik tidak akan diumumkan hingga Maret 2025, secara luas pemerintah China diharapkan akan mempertahankan target pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) tahun depan pada kisaran 5% atau sedikit di bawahnya. Target ini sama dengan yang ditetapkan untuk tahun berjalan.
Baca Juga:
Rebut Investasi ChinaMedia pemerintah China Xinhua pada Senin melaporkan Xi mendesak persiapan penuh untuk mencapai target ekonomi negara tersebut pada 2025, meskipun ada banyak ketidakpastian dan tantangan.
"Kita harus menegaskan kepercayaan (dan) secara aktif membangun lingkungan eksternal yang menguntungkan kita," ucap Xi dalam sebuah simposium pada 6 Desember 2024, menurut terjemahan tersebut.
Ekonomi China berada di jalur yang tepat untuk mencapai target pertumbuhan tahun ini. Namun, negara itu masih berjuang menghadapi penurunan perumahan yang berkepanjangan, konsumsi domestik yang lesu, dan potensi eskalasi ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat (AS), karena Presiden terpilih Donald Trump bersiap untuk kembali ke Gedung Putih pada Januari 2024.
Data ekonomi terbaru dari China menunjukkan inflasi konsumen tahunan negara itu turun ke level terendah lima bulan sebesar 0,2% pada November 2024, menurut data dari Biro Statistik Nasional yang dirilis Senin.
Indeks Hang Seng (HSI) Hong Kong membalikkan kerugian sebelumnya dengan melonjak 2,8% setelah pembacaan tersebut. Sementara itu, yuan lepas pantai China menguat sedikit menjadi 7,2776 terhadap dolar AS.
Kontrak berjangka iShares FTSE China A50 yang diperdagangkan di bursa Hong Kong melonjak lebih dari 3%.
Sementara itu, imbal hasil (yield) acuan obligasi bertenor 10 tahun China turun sekitar dua basis poin menjadi 1,935%, rekor terendah, menurut data LSEG.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






