Jumat, 15 Mei 2026

Wakil PM Choi Sang-Mok Menjabat Sebagai Presiden Sementara Korsel

Penulis : Grace El Dora
28 Des 2024 | 14:48 WIB
BAGIKAN
Anggota parlemen dari Partai Kekuatan Rakyat yang berkuasa melakukan protes di aula Majelis Korea Selatan pada 27 Desember 2024, saat Ketua Majelis Nasional Woo Won-shik mengumumkan tingkat pemungutan suara untuk pemakzulan adalah mayoritas sederhana di Majelis yang beranggotakan 300 orang, bukan mayoritas dua pertiga, menjelang pemungutan suara di gedung DPR untuk memakzulkan penjabat Presiden Han Duck-soo. Wakil PM sekaligus Menteri Keuangan Korsel Choi Sang-mok pada Jumat (27/12/2024) resmi mengambil alih tugas presiden sementara Korsel. (Foto: Yonhap)
Anggota parlemen dari Partai Kekuatan Rakyat yang berkuasa melakukan protes di aula Majelis Korea Selatan pada 27 Desember 2024, saat Ketua Majelis Nasional Woo Won-shik mengumumkan tingkat pemungutan suara untuk pemakzulan adalah mayoritas sederhana di Majelis yang beranggotakan 300 orang, bukan mayoritas dua pertiga, menjelang pemungutan suara di gedung DPR untuk memakzulkan penjabat Presiden Han Duck-soo. Wakil PM sekaligus Menteri Keuangan Korsel Choi Sang-mok pada Jumat (27/12/2024) resmi mengambil alih tugas presiden sementara Korsel. (Foto: Yonhap)

SEOUL, investor.id – Wakil Perdana Menteri (PM) sekaligus Menteri Keuangan Korea Selatan (Korsel) Choi Sang-mok pada Jumat (27/12/2024) resmi mengambil alih tugas sebagai presiden sementara negara itu. Beberapa jam setelah parlemen melakukan pemungutan suara untuk memakzulkan presiden sementara Korsel.

Dengan demikian, Choi menjadi orang ketiga yang menjabat sebagai presiden Korsel bulan ini.

Choi Sang-mok, yang adalah juga Menteri Strategi dan Keuangan, menggantikan PM Han Duck-soo. Sebelumnya, Han menjabat sebagai presiden sementara negara itu, dimakzulkan parlemen karena menolak menunjuk tiga hakim untuk Mahkamah Konstitusi.

ADVERTISEMENT

Mahkamah saat ini sedang menggelar sidang pemakzulan terhadap Presiden Yoon Suk Yeol, yang sedang dinonaktifkan.

Mosi pemakzulan terhadap Han juga memuat tuduhan pejabat tersebut terlibat dalam deklarasi darurat militer yang gagal awal bulan ini. Mosi tersebut juga menolak menunjuk jaksa khusus untuk menyelidiki Yoon dan istri Yoon, Kim Keon-hee.

Blok oposisi pimpinan Partai Demokrat memiliki mayoritas kursi di parlemen yang beranggotakan 300 orang.

Pemakzulan terhadap presiden sementara hanya memerlukan mayoritas sederhana sebanyak 151 suara. Jumlah itu berbeda dengan pemakzulan presiden terpilih yang membutuhkan minimal 200 suara untuk dapat menangguhkan kekuasaan presiden.

Korsel telah mengalami tiga kali pergantian kekuasaan presiden sejak 3 Desember 2024. Saat itu, Yoon sempat memberlakukan darurat militer selama beberapa jam sebelum parlemen membatalkan langkah tersebut.

"Pemimpin pemerintah akan berupaya maksimal untuk memastikan stabilitas nasional," ungkap Choi setelah menjabat sebagai presiden sementara, seperti dilaporkan kantor berita Yonhap.

Choi juga telah berbicara dengan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Kim Myung-soo. Choi menekankan pentingnya aliansi kuat Korsel dengan AS, yang memiliki sekitar 28.500 tentara di negara itu.

"Kesiapsiagaan harus tetap terjaga untuk mencegah Korea Utara mengambil langkah gegabah," tutur Choi kepada pihak militer.

Jika Choi berhasil menjaga hubungan baik dengan parlemen, yang didominasi oposisi, ia kemungkinan akan tetap menjabat sebagai presiden hingga Mahkamah Konstitusi memutuskan mosi pemakzulan Yoon, yang menghadapi tuduhan pengkhianatan dan pemberontakan.

Mahkamah Konstitusi, yang saat ini hanya memiliki enam dari kapasitas sembilan hakim, membutuhkan waktu hingga enam bulan untuk mengeluarkan keputusan soal nasib Yoon.

Jika pengadilan menguatkan pemakzulan Yoon, yang dilakukan pada 14 Desember 2024 oleh parlemen, pemilihan presiden baru harus diadakan dalam waktu dua bulan setelah Mahkamah mengumumkan keputusan tersebut.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 18 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia