China Kecam Pentagon yang Terus Masukkan Perusahaan ke Daftar Hitam
BEIJING, investor.id – Kementerian Luar Negeri China mengecam Pentagon yang terus memasukkan perusahaan China ke dalam daftar hitam. Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) itu menambah perusahaan asal Negara Tirai Bambu yaitu Tencent dan CATL ke dalam daftar hitam atau black list.
"China menentang keras praktik AS yang melebih-lebihkan konsep keamanan nasional, membuat daftar diskriminatif dengan berbagai nama, dan mengejar perusahaan-perusahaan China untuk membendung pembangunan berkualitas tinggi di China," papar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, China pada Selasa (7/1/2025).
Pada Senin (6/1/2025) Pentagon menyebutkan dua perusahaan, yaitu Tencent yang adalah perusahaan raksasa internet dan hiburan, serta CATL yang adalah produsen kendaraan mobil listrik (EV). Dua perusahaan tersebut masuk dalam daftar "perusahaan militer China yang beroperasi di AS" yang diidentifikasi memiliki teknologi militer dan komersial.
Daftar hitam yang saat ini sudah mencakup 134 perusahaan, sehingga Pentagon tidak dapat membuat kontrak dengan perusahaan-perusahaan dalam daftar tersebut mulai Juni 2026. Mulai 2027 AS tidak akan dapat memperoleh barang atau jasa yang menyertakan perusahaan-perusahaan tersebut dalam rantai pasokan mereka.
"Kami mendesak AS untuk segera memperbaiki kesalahannya, dan mengakhiri sanksi sepihak yang ilegal dan punya dampak hukum jangka panjang terhadap perusahaan-perusahaan China," lanjut Guo Jiakun.
Gu Jiakun mengungkapkan, hak rakyat China untuk melakukan pembangunan tidak boleh dirampas atau diabaikan.
"China akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk dengan tegas membela hak dan kepentingan sah perusahaan-perusahaan China dan menegakkan haknya yang sah untuk pembangunan," sebutnya.
Pentagon juga mengumumkan perusahaan lain seperti China Overseas Shipping, (COSCO), pembuat "chip" Changxin Memory Technologies dan pembuat pesawat nirawak Autel Robotics.
COSCO adalah perusahaan pelayaran terbesar di China dan salah satu yang terbesar di dunia.
Juru bicara Tencent mengatakan masuknya perusahaan itu ke dalam "daftar hitam" adalah suatu kesalahan karena bukan merupakan perusahaan atau pemasok barang militer. Sedangkan juru bicara CATL mengatakan perusahaan tersebut "tidak pernah terlibat dalam bisnis atau aktivitas yang berhubungan dengan militer".
Pada 2021, perusahaan produk elektronik China "Xiaomi" berhasil menggugat Pentagon agar dihapus dari daftar hitam, setelah menyatakan di pengadilan federal perusahaan tersebut tidak memiliki hubungan dengan militer China.
Namun perang dagang China dan AS masih terus berlanjut dalam beberapa tahun terakhir.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






