Jumat, 15 Mei 2026

China Laporkan Virus HMPV Mulai Turun, saat Dunia Khawatir Potensi Pandemi

Penulis : Prisma Ardianto
12 Jan 2025 | 20:11 WIB
BAGIKAN
Pemeriksaan virus HMPV. (Foto: ANTARA/HO-Dinkes Kota Bogor/pri)
Pemeriksaan virus HMPV. (Foto: ANTARA/HO-Dinkes Kota Bogor/pri)

BEIJING, investor.id – Tingkat infeksi flu yang disebabkan human metapneumovirus (HMPV) di China Utara dilaporkan menurun. Laporan ini menjawab kekhawatiran dunia atas potensi pandemi, seperti yang pernah terjadi pada kasus coronavirus disease (Covid-19).

Laporan disampaikan seorang pejabat kesehatan di China pada Minggu (12/1/2025), berdasarkan laporan Associated Press (AP). HMPV, yang termasuk dalam famili yang sama dengan virus sinsitial pernapasan, menyebabkan gejala seperti flu atau pilek termasuk demam, batuk, dan hidung tersumbat.

Gejalanya sering kali hilang dengan sendirinya. Virus HMPV kerap kali menyebabkan infeksi saluran pernapasan bawah pada anak-anak, orang dewasa yang lebih tua, dan mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

ADVERTISEMENT

Human metapneumovirus bukanlah virus baru, dan telah ada di antara manusia setidaknya selama beberapa dekade,” kata Wang Liping, seorang peneliti di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, dalam jumpa pers yang diselenggarakan oleh China’s National Health Commission.

Wang menjelaskan, virus ini pertama kali terdeteksi di Belanda pada tahun 2001. Sejak saat itu, kasus virus HMPV yang terdeteksi terus berfluktuasi. Sementara di China Utara kasusnya terus menurun.

“Angka kasus positif di antara pasien berusia 14 tahun ke bawah sudah mulai menurun,” imbuh Wang.

Adapun kekhawatiran internasional muncul dalam beberapa hari terakhir atas lonjakan infeksi HMPV di China utara, setelah beredar gambar daring rumah sakit yang dipenuhi pasien bermasker. WHO mengatakan belum menerima laporan wabah yang tidak biasa di China atau di tempat lain.

Kasus Bakal Terus Menurun

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia