Jumat, 15 Mei 2026

Investigasi Kecelakaan Jeju Air Terkendala Hilangnya Rekaman Kotak Hitam 4 Menit Terakhir

Penulis : Grace El Dora
13 Jan 2025 | 17:22 WIB
BAGIKAN
Petugas pemadam kebakaran melakukan pencarian di dekat lokasi kecelakaan di Bandara Internasional Muan di Provinsi Jeolla Selatan, Korea Selatan pada Minggu (12/1/2025), hari ke-15 investigasi kecelakaan Jeju Air. (Foto: Yonhap)
Petugas pemadam kebakaran melakukan pencarian di dekat lokasi kecelakaan di Bandara Internasional Muan di Provinsi Jeolla Selatan, Korea Selatan pada Minggu (12/1/2025), hari ke-15 investigasi kecelakaan Jeju Air. (Foto: Yonhap)

SEOUL, investor.id – Investigasi kecelakaan Jeju Air menemui kendala besar, setelah terungkap kotak hitam pesawat tidak merekam empat menit terakhir menjelang tabrakan dengan localizer di Bandara Internasional Muan. Para ahli memperingatkan hal ini akan membuat penentuan penyebab pasti parahnya kecelakaan menjadi sangat sulit.

Badan investigasi di bawah Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi pada Minggu (12/1/2025) mengumumkan Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) telah mengekstraksi dan menganalisis data kotak hitam antara 7-11 Januari 2025 waktu setempat.

Perekam suara kokpit (CVR) terakhir kali menyimpan data pada pukul 8:58:49 pagi pada 29 Desember 2024, beberapa saat sebelum kapten mengumumkan mayday pada pukul 8:59 pagi. Perekam data penerbangan (FDR) juga berhenti merekam pada waktu yang sama.

ADVERTISEMENT

Badan investigasi mengatakan akan menyelidiki mengapa kotak hitam berhenti merekam. Dua penyelidik yang saat ini berada di Amerika Serikat (AS) akan kembali pada 13 Januari 2025 dengan kotak hitam untuk analisis lebih lanjut di Korea Selatan (Korsel).

"Kami mengidentifikasi pada 4 Januari CVR telah berhenti merekam, tetapi menunda pengumuman temuan sampai NTSB menyelesaikan verifikasi silang," kata seorang pejabat badan investigasi seperti dikutip Yonhap, Senin (13/1/2025).

Hambat Analisis Kecelakaan

Para ahli menyatakan kekhawatiran atas hilangnya data yang paling penting. Pasalnya, CVR seharusnya merekam percakapan antara kapten dan kopilot, sementara FDR menangkap data kinerja pesawat secara terperinci termasuk tenaga mesin.

Profesor operasi penerbangan di Universitas Silla Kim Kwang-il menyampaikan komentarnya soal ini. "Tanpa rekaman momen-momen yang menentukan, menyelidiki penyebab kecelakaan menjadi sangat menantang," ungkapnya.

Investigasi Kecelakaan Jeju Air Terkendala Hilangnya Rekaman Kotak Hitam 4 Menit Terakhir
Petugas polisi memeriksa lokasi kecelakaan Jeju Air di Bandara Internasional Muan di Provinsi Jeolla Selatan, Korea Selatan, Minggu (12/1/2025). (Foto: Yonhap)

Pertanyaan-pertanyaan utama masih belum terjawab. Misalnya pertanyaan tentang kapan pesawat menabrak kawanan burung yang terbang, mesin mana yang rusak, dan kapan serta apakah roda pendaratan berhenti berfungsi.

Sementara para ahli sepakat kecelakaan itu disebabkan oleh tabrakan burung yang menyebabkan kerusakan mesin dan memaksa pendaratan darurat, hal ini masih bersifat spekulatif karena tidak adanya bukti langsung.

Keputusan Pilot Belum Jelas

Data yang hilang juga mengaburkan proses pengambilan keputusan pilot. CVR dapat menjelaskan mengapa kru memilih untuk tidak langsung mendarat di landasan pacu 1, tetapi malah melakukan go-around dan mencoba pendaratan darurat di arah yang berlawanan di landasan pacu 19.

Tanpa rekaman ini, alasan di balik keputusan kritis tersebut masih menjadi misteri.

Profesor Kwon Bo-heon dari Universitas Timur Jauh menyoroti keterbatasan analisis rekaman pendaratan saja.

“Misalnya, tanpa data akurat tentang ketinggian, kecepatan, status mesin, dan pasokan daya pada saat burung menabrak, sulit untuk membantah teori alternatif, seperti mesin yang rusak karena alasan lain selain burung menabrak,” jelas Kwon.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 25 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 29 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia