Jumlah Korban Luka-luka Kecelakaan Trem Prancis Jadi 68 Orang
PARIS, investor.id – Jumlah korban kecelakaan dua trem di Strasbourg, Prancis meningkat menjadi 68 orang luka-luka. Kecelakaan langka ini menimbulkan kepanikan di dekat stasiun kereta api utama kota Prancis timur itu, kata pihak berwenang pada Minggu (12/1/2025).
Pada Sabtu (11/1/2025) sore, sebuah trem yang berhenti di halte bawah tanah di stasiun kereta api utama Strasbourg ditabrak keras oleh trem lain, yang mulai bergerak mundur karena alasan tak diketahui.
Trem yang sedang bergerak tersebut berhenti karena kemacetan lalu lintas, mundur, dan berguling menuruni lereng menuju stasiun. Saat itu, kedua trem itu membawa puluhan penumpang. Akibat tabrakan itu, sebanyak 68 orang terluka, menurut prefektur yang merilis jumlah korban terbaru pada Minggu.
Sekitar seratus orang lainnya selamat tanpa cedera. Tabrakan itu terjadi di dekat stasiun kereta api utama Strasbourg, salah satu stasiun tersibuk di Prancis di luar Paris.
Rekaman video yang diunggah daring menunjukkan pemandangan kacau dengan dua trem rusak parah, alarm berbunyi, dan orang-orang berteriak.
"Trem itu melaju lagi dengan kecepatan penuh menuju stasiun. Saat kami melaju lagi menuju stasiun, kami menyadari bahwa sudah ada trem lain yang kembali ke stasiun. Syukurlah, trem ini berhenti total. Saat trem itu bertabrakan dengan trem lainnya, pintunya terlepas," kata salah satu penumpang bernama Romaric Koumba seperti dikutip AFP, Senin (13/1/2025).
Saksi lain bernama Johan Kirschenbaum mengatakan kereta yang sedang melaju itu tampaknya mengalami masalah pada rem.
"Kami mendengar benturan keras, dentuman keras," jelasnya.
Pada Sabtu, Rene Cellier selaku direktur layanan pemadam kebakaran dan penyelamatan Bas-Rhin mengatakan sekitar 50 orang mengalami cedera yang tidak fatal seperti luka di kulit kepala, patah tulang selangka, dan terkilir lutut. "Kebanyakan trauma," kata Cellier. Ia mengatakan situasinya bisa saja jauh lebih serius.
Kantor kejaksaan umum mengatakan penyelidikan terhadap "cedera yang tidak disengaja" telah dibuka. Hal ini dilakukan untuk menentukan penyebab kecelakaan dan mengidentifikasi tanggung jawab pidana.
Jaksa mengatakan tabrakan itu tidak disengaja.
"Penyelidikan awal telah mengesampingkan hipotesis tindakan yang disengaja," ucap penjabat jaksa penuntut umum Alexandre Chevrier.
Kedua pengemudi tidak terluka tetapi "sangat terkejut", kata direktur perusahaan transportasi Strasbourg (CTS) Emmanuel Auneau yang dilaporkan AFP. Lalu lintas trem di stasiun kereta api telah ditangguhkan selama beberapa hari, kata perusahaan itu.
Julien Joly, ahli transportasi dan mobilitas di firma konsultan Wavestone, mengatakan tabrakan antara trem jarang terjadi.
"Kecelakaan itu terjadi di tempat terburuk di jaringan, di sebuah terowongan dan di daerah yang sangat padat," tambahnya.
Namun Joly juga mengatakan para penumpang yakin trem tetap menjadi "moda transportasi yang aman".
Strasbourg adalah kota besar Prancis pertama yang kembali menyediakan trem pada 1994, setelah layanan tersebut ditutup pada 1960. Kota tersebut mengalami kecelakaan serupa pada 1998 ketika sebuah trem bertabrakan dengan trem lain di terowongan yang sama, mengakibatkan 17 orang terluka.
Terletak di wilayah bersejarah Alsace yang berbatasan dengan Jerman dan Swiss, kota ini merupakan kantor pusat resmi Parlemen Eropa.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

