Jumat, 15 Mei 2026

The Fed Mundur Dari Koalisi Iklim Global

Penulis : Happy Amanda Amalia
18 Jan 2025 | 19:00 WIB
BAGIKAN
Gedung The Federal Reserve (The Fed). (Foto: Chris Wattie/ Reuters)
Gedung The Federal Reserve (The Fed). (Foto: Chris Wattie/ Reuters)

WASHINGTON, investor.id – The Federal Reserve (The Fed) memutuskan mundur dari Network of Central Banks and Supervisors for Greening the Financial System (NGFS) atau Jaringan Bank Sentral dan Pengawas untuk Penghijauan Sistem Keuangan. Jaringan ini merupakan koalisi global bank-bank sentral yang terlibat dalam studi risiko iklim yang diluncurkan pada 2017.

“Meskipun Dewan menghargai keterlibatan dengan NGFS dan anggotanya, cakupan pekerjaan NGFS makin luas, mencakup berbagai masalah yang lebih luas yang berada di luar mandat hukum Dewan,” ujar bank sentral dalam pernyataan Jumat (18/01/2025), yang dilansir Bloomberg.

The Fed dikabarkan kerap mendapat tekanan dalam beberapa tahun terakhir dari anggota parlemen Partai Republik. Termasuk soal kekhawatiran bahwa masalah iklim telah memengaruhi regulasi keuangan secara tidak wajar, dan bank sentral makin dipolitisasi.

ADVERTISEMENT

Sebagai informasi, The Fed mulai berrgabung dengan koalisi global pada 2020.

Pada September tahun lalu, dua anggota DPR dari Partai Republik meminta Government Accountability Office atau Kantor Akuntabilitas Pemerintah untuk mengevaluasi keanggotaan regulator bank-bank AS di NGFS.

Menanggapi langkah bank sentral AS, Graham Steele, mantan pejabat Departemen Keuangan di era Biden, mengatakan bahwa keputusan The Fed jelas merupakan sebuah langkah politis.

“Ini bertentangan dengan apa yang kita ketahui tentang sains dan risiko-risiko ilmu ekonomi dari perubahan iklim. Tidak ada cara lain untuk membaca hal ini selain menanggapi pertimbangan politik jangka pendek,” ujar Steele.

Rencana Iklim Basel

Langkah The Fed untuk menarik diri itu menyusul penolakan regulator AS untuk mendukung rencana tahun lalu yang akan mendorong Basel Committee on Banking Supervision atau Komite Basel untuk Pengawasan Perbankan mendorong para pemberi pinjaman mengungkapkan risiko iklim mereka.

Kelompok tersebut sudah mengundurkan tenggat waktu pengungkapan risiko iklim oleh bank, setelah adanya penolakan terhadap proposal sebelumnya.

Federal Deposit Insurance Corp. juga dilaporkan berencana keluar dari kelompok yang bertujuan mengurangi dampak iklim dari sektor keuangan.

“Regulator ini akan keluar dari Network for Greening the Financial System, karena FDIC membutuhkan arah baru dan berharap hal ini akan dimulai setelah Presiden terpilih Donald Trump menjabat,” ” kata Wakil Ketua FDIC Travis Hill pada awal bulan ini.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia