Jumat, 15 Mei 2026

PM Prancis Peringatkan Kebijakan Trump Berisiko Hancurkan Eropa

Penulis : Grace El Dora
20 Jan 2025 | 23:15 WIB
BAGIKAN
Perdana Menteri (PM) Prancis Francois Bayrou pada Senin (20/1/2025) memperingatkan Prancis dan Uni Eropa dapat dihancurkan jika gagal merespons kebijakan yang diumumkan oleh Presiden AS terpilih, Donald Trump, yang akan dilantik hari ini. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)
Perdana Menteri (PM) Prancis Francois Bayrou pada Senin (20/1/2025) memperingatkan Prancis dan Uni Eropa dapat dihancurkan jika gagal merespons kebijakan yang diumumkan oleh Presiden AS terpilih, Donald Trump, yang akan dilantik hari ini. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)

ISTANBUL, investor.id – Perdana Menteri (PM) Prancis François Bayrou memperingatkan kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berisiko menghancurkan Eropa. Menurutnya, Prancis dan Uni Eropa (UE) dapat "dihancurkan" jika gagal merespons kebijakan yang diumumkan oleh Trump yang dilantik hari ini.

“Amerika Serikat telah memutuskan untuk menjalankan kebijakan yang sangat dominan melalui dolar, kebijakan industri, penguasaan seluruh penelitian, dan penyerapan investasi,” papar Bayrou dalam pidato Tahun Baru kepada staf kota di Pau, seperti dikutip Anadolu pada Senin (20/1/2025). Adapun Bayrou tetap menjabat sebagai wali kota meskipun telah diangkat menjadi perdana menteri.

“Jika kita tidak melakukan apa-apa, kita akan didominasi, dihancurkan, dan terpinggirkan. Keputusan ini ada di tangan kita, orang Prancis dan orang Eropa, karena tanpa Eropa, ini tidak mungkin dilakukan, yakni pemulihan," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Bayrou menyebut Prancis dan Eropa menghadapi dua tantangan besar di panggung internasional, yaitu kebijakan AS dan meningkatnya kekuatan ekonomi China. Ia menyoroti surplus perdagangan China yang melebihi US$ 1 triliun atau sekitar Rp 16 kuadriliun pada Desember 2024. PM Prancis itu juga sambil menekankan perlunya tindakan yang terkoordinasi.

“Pelantikan Donald Trump menempatkan kita pada tanggung jawab kita. Prancis dan Eropa saat ini menghadapi dua tantangan, yaitu kebijakan Amerika dan China,” tukasnya.

Ia pun menyerukan upaya pemulihan kolektif untuk menghadapi ancaman global yang muncul. “Prancis dan Eropa tidak dapat tetap pasif menghadapi tantangan ini,” sambungnya.

Bayrou menyampaikan peringatan ini menjelang pelantikan Trump sebagai presiden AS ke-47/. Pelantikan ini menandai dimulainya masa jabatan yang diperkirakan membawa berbagai perubahan kebijakan besar.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia