Jumat, 15 Mei 2026

Korsel Desak Denuklirisasi Korut Meski Trump Menyebut Korut ‘Kekuatan Nuklir’

Penulis : Grace El Dora
21 Jan 2025 | 13:51 WIB
BAGIKAN
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani serangkaian tindakan eksekutif di atas panggung selama acara pelantikan presiden di Capitol One Arena, Washington, AS pada Senin (20/1/2025). (Foto: EPA)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani serangkaian tindakan eksekutif di atas panggung selama acara pelantikan presiden di Capitol One Arena, Washington, AS pada Senin (20/1/2025). (Foto: EPA)

SEOUL, investor.id – Pemerintah Korea Selatan (Korsel) mengatakan pihaknya akan terus mendorong denuklirisasi Korea Utara (Korut). Korsel akan mendesak hal ini, meski Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut Korut sebagai "kekuatan nuklir", sesaat setelah Trump kembali menjabat sebagai presiden untuk masa jabatan kedua.

Presiden AS itu menyampaikan pernyataan tersebut tak lama setelah upacara pelantikannya di Washington, menurut laporan EPA pada Selasa (21/1/2025). Trump mengaku, dirinya dan pemimpin Korut Kim Jong Un "sangat akur".

Ketika ditanya tentang komentar Trump, kementerian pertahanan Korsel mengatakan pemerintah negara itu akan terus mengupayakan denuklirisasi Korut. Pihaknya juga akan bekerja sama erat dengan masyarakat internasional untuk mencapai tujuan tersebut.

ADVERTISEMENT

"Denuklirisasi tidak hanya di Semenanjung Korea tetapi juga Korea Utara harus terus diupayakan sebagai prasyarat bagi perdamaian dan stabilitas permanen di dunia," papar juru bicara kementerian Korsel Jeon Ha-kyou.

Seorang pejabat di kementerian penyatuan Korsel yang bertanggung jawab atas hubungan antar Korea secara terpisah mengatakan Korsel dan AS sama-sama mempertahankan posisi "bersatu" untuk denuklirisasi Korut.

"Korea Selatan dan AS telah mempertahankan sikap tegas dan bersatu terhadap tujuan denuklirisasi penuh Korea Utara. Pemerintah akan membangun sistem kerja sama yang erat dengan pemerintahan AS yang baru," beber pejabat itu.

Pernyataan Trump muncul setelah calon Menteri Pertahanannya Pete Hegseth juga menggambarkan Korea Utara sebagai "kekuatan nuklir" dalam jawaban tertulis kepada Komite Angkatan Bersenjata Senat menjelang sidang konfirmasinya minggu lalu.

Sebagian besar pejabat AS pada umumnya enggan secara terbuka menyebut Korut sebagai negara berkekuatan nuklir. Pasalnya, sebutan ini dapat dianggap menerima dan melegitimasi apa yang mereka sebut sebagai program senjata terlarang.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia