Trump Pukul China dengan Tarif 10% Paling Cepat 1 Februari
WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan timnya sedang membahas rencana memukul China tarif 10%. Penerapan bea masuk baru dapat mulai berlaku paling cepat pada 1 Februari 2025.
"Kita berbicara tentang tarif sebesar 10% terhadap China berdasarkan fakta bahwa mereka mengirim fentanil ke Meksiko dan Kanada," ucap presiden di Gedung Putih pada Selasa (21/1/2025) malam waktu setempat.
"Mungkin 1 Februari adalah tanggal yang kita lihat," tambahnya.
Fentanil adalah bagian dari opioid sintetis, obat adiktif yang telah menyebabkan puluhan ribu kematian akibat overdosis setiap tahun di AS. Mengurangi pasokan obat terlarang, yang prekursornya sebagian besar diproduksi di China dan Meksiko, telah menjadi area di mana AS dan China sepakati untuk kerja sama.
Pada Jumat (17/1/2025) Trump mengatakan dirinya berbicara dengan Presiden China Xi Jinping melalui panggilan telepon tentang fentanil dan perdagangan. Pernyataan pihak China mengatakan Xi menyerukan kerja sama dan menyatakan hubungan ekonomi kedua negara saling menguntungkan.
Sementara itu, Wakil Perdana Menteri (PM) China Ding Xuexiang menyerukan upaya internasional untuk mendukung "globalisasi ekonomi" dan “mendistribusikannya dengan lebih baik”.
Tidak ada pemenang dalam perang dagang, katanya di depan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss pada Selasa, menurut terjemahan resmi.
Yuan China di luar negeri awalnya menguat, sebelum melemah hingga diperdagangkan pada 7,2796 terhadap dolar AS. Media keuangan dan pemerintah China tidak menyebutkan usulan tarif Negara Tirai Bambu itu, tetapi menyoroti berita utama Trump lainnya seperti peringatannya tentang bea masuk di Uni Eropa (UE).
AS adalah mitra dagang terbesar China berdasarkan satu negara. Impor China dari AS turun 0,1% dalam dolar tahun lalu, sementara ekspor tumbuh 4,9%, menurut data resmi yang diakses melalui Wind Information.
Data tersebut menunjukkan surplus perdagangan China dengan AS pada 2024 adalah US$ 361 juta, lebih tinggi dari US$ 316,9 juta yang dilaporkan untuk 2020, tahun penuh terakhir masa jabatan pertama Trump.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






