Jumat, 15 Mei 2026

Trump Akan Terapkan Sanksi Rusia Jika Tak Akhiri Perang, Berikut Pandangannya

Penulis : Grace El Dora
23 Jan 2025 | 15:48 WIB
BAGIKAN
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (22/1/2025) mendesak Rusia untuk segera menyelesaikan dan mengakhiri perang di Ukraina. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (22/1/2025) mendesak Rusia untuk segera menyelesaikan dan mengakhiri perang di Ukraina. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak Rusia untuk segera "menyelesaikan" dan mengakhiri perang di Ukraina. Desakan ini disertai ancaman sanksi atas Rusia.

Menurut pernyataan pada Rabu (22/1/2025), Trump memperingatkan Rusia akan menghadapi pajak tinggi, tarif, dan sanksi terhadap ekspor Rusia jika tidak ada resolusi yang dicapai dalam waktu dekat.

“Saya tidak berniat menyakiti Rusia. Saya mencintai rakyat Rusia dan selalu memiliki hubungan baik dengan Presiden Putin, terlepas dari hoaks ‘Rusia, Rusia, Rusia’ yang diciptakan oleh sayap kiri radikal. Kita tidak boleh melupakan Rusia membantu kita memenangkan Perang Dunia II, dengan mengorbankan hampir 60 juta jiwa," papar Trump di media sosialnya Truth Social seperti dikutip pada Kamis (23/1/2025).

ADVERTISEMENT

“Namun demikian, saya akan melakukan ‘kebaikan besar’ untuk Rusia, yang ekonominya sedang terpuruk, dan untuk Presiden Putin. Segera selesaikan dan hentikan perang yang tidak masuk akal ini! KEADAAN HANYA AKAN MEMBURUK. Jika kita tidak mencapai kesepakatan segera, saya tidak punya pilihan lain selain memberlakukan pajak, tarif, dan sanksi tingkat tinggi pada semua barang yang dijual Rusia ke Amerika Serikat dan berbagai negara lain yang terlibat. Mari kita akhiri perang ini, perang yang tidak akan pernah terjadi jika saya menjadi presiden. Kita bisa melakukannya dengan cara mudah atau sulit, dan cara mudah selalu lebih baik. Sudah waktunya untuk ‘MENCAPAI KESEPAKATAN.’ TIDAK BOLEH ADA LAGI NYAWA YANG HILANG!!!," unggah Trump.

Pernyataan Trump tersebut disampaikan sehari setelah ia mengindikasikan sanksi tambahan terhadap Rusia yang "kemungkinan besar" akan diberlakukan jika Presiden Rusia Vladimir Putin tidak bersedia duduk di meja perundingan untuk mengakhiri perang di Ukraina.

Trump Akan Terapkan Sanksi Rusia Jika Tak Akhiri Perang, Berikut Pandangannya
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kiri) dan presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump (kanan). (Foto: Ludovic Marinryan M. Kelly/ AFP/ Getty Images)

Trump sempat ditanyai apakah ia akan menjatuhkan sanksi lebih lanjut kepada Rusia jika Putin menolak melakukan pembicaraan damai. “Kemungkinan besar,” jawab Trump, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Ia pun ditanya apakah dirinya percaya perang tersebut seharusnya dibekukan.

“Perang ini seharusnya tidak pernah dimulai. Jika Anda memiliki presiden yang kompeten, yang mana Anda tidak punya, perang ini tidak akan terjadi. Perang di Ukraina tidak akan pernah terjadi jika saya menjadi presiden,” tegas Trump.

Ia juga mengkritik mantan presiden AS Joe Biden dengan mengatakan Putin “tidak menghormati” kepemimpinannya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia