Jumat, 15 Mei 2026

NATO Memuji Trump yang Ancam Rusia dengan Sanksi

Penulis : Grace El Dora
23 Jan 2025 | 17:46 WIB
BAGIKAN
Sekretaris Jenderal baru Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Mark Rutte selama upacara transisi di markas besar NATO di Brussel, Belgia pada Selasa (1/10/2024). Mark Rutte, mantan perdana menteri Belanda yang ramah dan teliti, memiliki tugas berat di depan untuk menjaga aliansi pertahanan sebagai kekuatan global. (Foto: Bloomberg/ Getty Images)
Sekretaris Jenderal baru Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Mark Rutte selama upacara transisi di markas besar NATO di Brussel, Belgia pada Selasa (1/10/2024). Mark Rutte, mantan perdana menteri Belanda yang ramah dan teliti, memiliki tugas berat di depan untuk menjaga aliansi pertahanan sebagai kekuatan global. (Foto: Bloomberg/ Getty Images)

DAVOS, investor.id – Sekretaris Jenderal aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Mark Rutte memuji Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Pasalnya, Trump yang baru dilantik mengatakan Rusia dapat menghadapi lebih banyak tarif dan sanksi jika tidak mengakhiri perang di Ukraina.

"Saya sangat, sangat senang dengan posisi Trump untuk memberikan lebih banyak sanksi kepada Rusia. Kami tahu ekonomi Rusia sedang sangat buruk, dan sanksi akan membantu," ucap Rutte seperti dikutip CNBC internasional di sela-sela Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss pada Kamis (23/1/2025).

Ia berharap Eropa juga akan "meningkatkan" sanksi dalam upaya "mencekik ekonomi Rusia" dan mengurangi pundi-pundi perang negara Beruang Merah.

ADVERTISEMENT

"Trump benar, Ukraina lebih dekat ke Eropa, tetapi Trump juga benar ini adalah konflik geopolitik jadi saya yakin AS ingin mengakhirinya dengan kesepakatan yang baik dan kuat," imbuh Rutte.

Pada Rabu (22/1/2025) Trump memberikan peringatan keras, jika tidak ada kesepakatan yang dicapai untuk segera mengakhiri perang Rusia-Ukraina.

“(Amerika) tidak punya pilihan lain selain mengenakan Pajak, Tarif, dan Sanksi tingkat tinggi pada apa pun yang dijual oleh Rusia ke Amerika Serikat, dan berbagai negara peserta lainnya. Mari kita selesaikan perang ini, yang tidak akan pernah dimulai jika saya menjadi Presiden! Kita bisa melakukannya dengan cara mudah, atau cara yang sulit, dan cara mudah selalu lebih baik," unggah Trump di platform media sosialnya Truth Social.

Sebelumnya Trump membanggakan dirinya dapat mengakhiri perang di Ukraina "dalam waktu 24 jam" setelah terpilih, serta mengancam akan memangkas dana militer untuk Ukraina. Kekhawatiran meningkat di Eropa bahwa Ukraina yang kekurangan dana dan persenjataan dapat didorong ke dalam kesepakatan damai yang buruk, sehingga melibatkan konsesi teritorial ke Rusia.

Adapun Februari 2025 akan menandai ulang tahun ketiga serangan Rusia ke Ukraina.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 17 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia