Kamis, 14 Mei 2026

Trump Desak Permintaan Maaf Uskup yang Doakan Kelompok Minoritas

Penulis : Grace El Dora
25 Jan 2025 | 14:30 WIB
BAGIKAN
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terlihat di sini pada 15 Juni 2025 mengusulkan pemberian kartu hijau secara otomatis kepada warga negara asing yang lulus dari perguruan tinggi AS. (Foto: Adam J. Dewey/Anadolu/Getty Images via CNN Newsource)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terlihat di sini pada 15 Juni 2025 mengusulkan pemberian kartu hijau secara otomatis kepada warga negara asing yang lulus dari perguruan tinggi AS. (Foto: Adam J. Dewey/Anadolu/Getty Images via CNN Newsource)

MOSKOW, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak permintaan maaf dari uskup yang mendoakan kelompok minoritas di negara tersebut. Trump berpendapat, doa Uskup Episkopal Washington Mariann Budde yang mengharapkan sang presiden berbelas kasih kepada kelompok migran dan minoritas seksual pada Selasa (21/1/2025) sebagai hal yang memalukan.

Ia bahkan memandang sang Uskup "tak cakap menjalankan tugasnya", seperti dikutip Sputnik pada Sabtu (25/1/2025). Presiden AS itu pun menuntut Budde dan gerejanya untuk meminta maaf secara terbuka kepada publik.

"Sang 'Uskup' yang berdoa pada acara Ibadah Doa Nasional pada Selasa adalah seorang pembenci Trump garis keras dari kubu Kiri Radikal," ucap Trump melalui media sosialnya Truth Social, Rabu (22/1/2025).

ADVERTISEMENT

Donald Trump menyebut Uskup Budde telah membawa-bawa isu politik ke dalam gerejanya dengan cara yang amat tak elok. "Uskup lupa menyebut besarnya jumlah imigran ilegal yang masuk ke negara kita dan membunuhi orang-orang," ucap Presiden AS itu.

Ia pun menyebut acara kebaktian tersebut "sangat membosankan dan tak menggugah" dan Uskup Budde "bernada jahat, tak menarik ataupun cerdas". Doa yang disinggung sang presiden dibacakan oleh Uskup Budde saat kebaktian di Katedral Nasional Washington pada Selasa, yang dihadiri Trump.

Budde yang dikenal kerap bersuara vokal dalam isu keadilan, kesenjangan rasial, dan isu LGBT berdoa supaya Trump berbelas kasih kepada mereka yang ketakutan jika dia menjadi Presiden AS. Kelompok yang dimaksudkannya termasuk para imigran ilegal dan minoritas seksual.

Saat sang uskup menyampaikan ceramah dan doa, Trump terlihat memalingkan kepalanya.

Dalam pidato pertamanya usai dilantik sebagai Presiden AS, Trump menyatakan pemerintahannya hanya akan mengakui dua gender yaitu laki-laki dan wanita. Ia pun bertekad menghentikan migrasi ilegal ke AS dan mulai mengekstradisi jutaan migran tanpa dokumen.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia