Jumat, 15 Mei 2026

Menlu Sugiono Sebut Alasan Indonesia Ikut BRICS

Penulis : Grace El Dora
25 Jan 2025 | 19:19 WIB
BAGIKAN
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono saat menjadi pembicara dalam diskusi panel Navigating Asia
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono saat menjadi pembicara dalam diskusi panel Navigating Asia

JAKARTA, investor.id – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyebutkan alasan keikutsertaan Indonesia di blok ekonomi BRICS. Selain menggalang manfaat ekonomi, kata dia, keputusan ini juga merupakan upaya menjembatani perbedaan kepentingan negara maju dan berkembang di berbagai forum multilateral.

“Indonesia ingin menggalang kerja sama dan kolaborasi dengan negara tetangga, negara sahabat di kawasan, serta komunitas global,” tutur Menlu Sugiono saat menjadi pembicara dalam diskusi panel “Navigating Asia’s Hotspot” dalam rangka Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2025 di Davos-Klosters, Swiss, Kamis (23/1/2025).

Menurut keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI yang diterima di Jakarta, Sabtu (25/1/2025), Sugiono mengatakan Indonesia senantiasa memajukan pendekatan yang konstruktif dalam kolaborasi RI di tingkat global. Misi ini mencakup keikutsertaan dalam BRICS.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Sugiono mengatakan diplomasi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto akan diarahkan untuk mewujudkan kedaulatan Indonesia serta kesejahteraan bagi rakyat sebagaimana diamanahkan UUD 1945.

“Prasyarat untuk pertumbuhan adalah perdamaian dan stabilitas. Itulah sebabnya, Indonesia membuka diri untuk bekerja sama karena kami memiliki kewajiban untuk mendukung prioritas nasional dan melayani rakyat Indonesia,” jelas Sugiono.

Sementara itu, Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta yang juga menjadi pembicara dalam diskusi panel mengapresiasi kiprah diplomasi Indonesia dan peran RI dalam membantu aksesi Timor Leste sebagai anggota penuh ASEAN.

Ketua DPR Filipina Martin Romualdez, ketua lembaga Council on Foreign Relations (CFR) Michael Froman, dan CEO Zurich Insurance Group untuk kawasan Asia Pasifik turut pula dalam diskusi panel tersebut.

Selain menjadi pembicara pada sesi panel soal upaya menavigasi konflik di Asia Pasifik tersebut, Menlu Sugiono juga berpartisipasi dalam diskusi diplomasi mengenai isu Myanmar pada Rabu (22/1/2025) waktu setempat.

Di sela-sela agenda WEF 2025 di Davos, Menlu RI juga melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Presiden Yaman Aidarous Al-Zoubaidi, Menlu Finlandia Elina Valtonen, dan Menlu Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al-Saud.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia