Kamp Oranye, Pusat Detensi Migran di Perbatasan AS yang Sedang Dibangun Trump
WASHINGTON, investor.id – Pasukan Amerika Serikat (AS) telah tiba di fasilitas angkatan laut AS yang penuh skandal di Teluk Guantanamo, Kuba, pada akhir pekan lalu. Berikut ini Kamp oranye, yaitu pusat penahanan migran yang dibangun atas perintah Presiden AS Donald Trump.
"Atas arahan Presiden AS kepada Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) dan Kementerian Pertahanan, pasukan AS tiba di Pangkalan Angkatan Laut Teluk Guantanamo pekan ini," lapor Pentagon seperti dikutip Anadolu, Selasa (4/2/2025).
Menurut pernyataan Departemen Pertahanan AS tersebut, personel militer ini akan bergabung dengan pasukan yang telah ada untuk membantu operasi migran ilegal yang dipimpin DHS.
Sebanyak 150 personel dari Marinir dan Angkatan Darat saat ini berada di Guantanamo untuk membantu pembangunan fasilitas yang Trump inginkan. Fasilitas itu dapat menampung sekitar 30.000 migran tidak berdokumen.
Jumlah tersebut merupakan peningkatan signifikan dari 780 orang tahanan yang ditahan di sana selama puncak Perang Melawan Terorisme AS.
Pekan lalu, Presiden Trump memerintahkan Pentagon untuk membangun fasilitas tahanan baru bagi siapa yang disebutnya para imigran gelap kriminal terburuk yang mengancam rakyat Amerika.
"Beberapa dari mereka sangat jahat sehingga kita bahkan tidak percaya negara-negara itu akan menahan mereka, karena kita tidak ingin mereka kembali," kata dia.
Langkah tersebut menambah tugas menit-menit terakhir yang mahal bagi militer AS. Pasalnya, para pejabat juga berusaha memenuhi perintah terpisah dari Trump untuk mengerahkan lebih banyak pasukan ke perbatasan selatan.
Adapun Guantanamo adalah penjara militer terkenal tempat para tahanan ditahan. Tempat itu sering kali menjadi sasaran penyiksaan selama bertahun-tahun, setelah serangan teror 11 September 2001 di AS.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

