Jumat, 15 Mei 2026

Kamp Oranye, Pusat Detensi Migran di Perbatasan AS yang Sedang Dibangun Trump

Penulis : Grace El Dora
4 Feb 2025 | 20:00 WIB
BAGIKAN
Sejumlah tahanan berpakaian oranye duduk di wilayah tunggu dengan diawasi polisi militer AS di kamp sementara X-Ray, yang akan ditutup dan diganti dengan Camp Delta, di dalam pangkalan udara angkatan laut Guantanamo Bay dalam arsip foto 11 Januari 2002. (Foto: REUTERS/U.S. Department of Def)
Sejumlah tahanan berpakaian oranye duduk di wilayah tunggu dengan diawasi polisi militer AS di kamp sementara X-Ray, yang akan ditutup dan diganti dengan Camp Delta, di dalam pangkalan udara angkatan laut Guantanamo Bay dalam arsip foto 11 Januari 2002. (Foto: REUTERS/U.S. Department of Def)

WASHINGTON, investor.id – Pasukan Amerika Serikat (AS) telah tiba di fasilitas angkatan laut AS yang penuh skandal di Teluk Guantanamo, Kuba, pada akhir pekan lalu. Berikut ini Kamp oranye, yaitu pusat penahanan migran yang dibangun atas perintah Presiden AS Donald Trump.

"Atas arahan Presiden AS kepada Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) dan Kementerian Pertahanan, pasukan AS tiba di Pangkalan Angkatan Laut Teluk Guantanamo pekan ini," lapor Pentagon seperti dikutip Anadolu, Selasa (4/2/2025).

Menurut pernyataan Departemen Pertahanan AS tersebut, personel militer ini akan bergabung dengan pasukan yang telah ada untuk membantu operasi migran ilegal yang dipimpin DHS.

ADVERTISEMENT

Sebanyak 150 personel dari Marinir dan Angkatan Darat saat ini berada di Guantanamo untuk membantu pembangunan fasilitas yang Trump inginkan. Fasilitas itu dapat menampung sekitar 30.000 migran tidak berdokumen.

Jumlah tersebut merupakan peningkatan signifikan dari 780 orang tahanan yang ditahan di sana selama puncak Perang Melawan Terorisme AS.

Pekan lalu, Presiden Trump memerintahkan Pentagon untuk membangun fasilitas tahanan baru bagi siapa yang disebutnya para imigran gelap kriminal terburuk yang mengancam rakyat Amerika.

"Beberapa dari mereka sangat jahat sehingga kita bahkan tidak percaya negara-negara itu akan menahan mereka, karena kita tidak ingin mereka kembali," kata dia.

Langkah tersebut menambah tugas menit-menit terakhir yang mahal bagi militer AS. Pasalnya, para pejabat juga berusaha memenuhi perintah terpisah dari Trump untuk mengerahkan lebih banyak pasukan ke perbatasan selatan.

Adapun Guantanamo adalah penjara militer terkenal tempat para tahanan ditahan. Tempat itu sering kali menjadi sasaran penyiksaan selama bertahun-tahun, setelah serangan teror 11 September 2001 di AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 8 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 12 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 50 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 54 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia