Ukraina Yakin Pasukan Korut Ditarik dari Garis Depan
KYIV, investor.id – Pemerintah Ukraina yakin tentara Korea Utara (Korut) yang bertempur bersama tentara Rusia telah "ditarik" di garis depan Kursk. Pasukan ini diyakini telah menderita kerugian besar, kata seorang juru bicara militer seperti dikutip AFP.
Badan intelijen gabungan Barat, Korea Selatan (Korsel), dan Ukraina mengatakan otoritas Korut mengerahkan lebih dari 10.000 tentara untuk mendukung pasukan Rusia yang bertempur di wilayah Kursk barat. Di wilayah ini, tentara Ukraina melancarkan serangan lintas perbatasan yang mengejutkan pada Agustus 2024.
Baca Juga:
Korut Buka Tur Ulang Tahun Kim Jong IlPemerintah Ukraina merebut puluhan permukiman perbatasan dalam operasi tersebut, menjadi pertama kalinya tentara asing menyeberang ke wilayah Rusia sejak Perang Dunia II. Kemunduran ini memalukan bagi Kremlin, kata mereka.
Pihak Rusia berharap pasukan Korut seharusnya memperkuat tentara Rusia dan membantu mereka mengusir pasukan Ukraina. Namun sampai saat ini, pemerintah Rusia maupun Korut tidak pernah secara resmi mengonfirmasi pengerahan tersebut.
Hampir enam bulan kemudian setelah hadirnya tentara Korut di Ukraina, Ukraina masih menguasai sebagian besar wilayahnya. Presiden Volodymyr Zelensky menganggap ini sebagai alat tawar-menawar utama dalam negosiasi mendatang dengan Rusia.
"Selama tiga minggu terakhir, kami belum melihat atau mendeteksi adanya aktivitas atau bentrokan militer dengan Korea Utara," ucap juru bicara Pasukan Operasi Khusus Oleksandr Kindratenko kepada AFP.
"Kami yakin mereka telah ditarik karena kerugian besar yang ditimbulkan," imbuhnya. Pemerintah Ukraina sebelumnya mengatakan telah menangkap atau membunuh beberapa tentara Korut yang dikerahkan ke wilayah Kursk.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






