Jumat, 15 Mei 2026

Filipina Deklarasikan Darurat Ketahanan Pangan untuk Turunkan Harga Beras

Penulis : Grace El Dora
4 Feb 2025 | 17:47 WIB
BAGIKAN
Stok beras yang ada di Gudang Bulog Lampung di daerah Campang Raya Kota Bandarlampung. (Foto: ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi)
Stok beras yang ada di Gudang Bulog Lampung di daerah Campang Raya Kota Bandarlampung. (Foto: ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi)

ISLAMABAD, investor.id – Pemerintah Filipina mendeklarasikan keadaan darurat ketahanan pangan. Langkah ini dilakukan untuk mengendalikan harga beras yang tetap tinggi di negara tersebut.

Menurut laporan media lokal pada Selasa (4/2/2025), Menteri Pertanian Filipina Francisco Tiu Laurel Jr. mengatakan langkah tersebut akan membantu pemerintah melepaskan stok cadangan beras untuk menstabilkan harga eceran, seperti dikutip The Manila Times.

“Deklarasi darurat ini memungkinkan kami untuk melepaskan stok cadangan beras yang dimiliki oleh Otoritas Pangan Nasional (NFA) guna menstabilkan harga dan memastikan beras, makanan pokok bagi jutaan warga Filipina, tetap dapat diakses oleh konsumen,” ucapnya, Selasa.

ADVERTISEMENT

Adapun Filipina adalah salah satu importir beras terbesar di dunia, misalnya dari Vietnam, Thailand, Burma, Pakistan, dan India. Namun, harga beras meningkat sekitar 20% tahun lalu.

Pihak berwenang Filipina menyatakan keadaan darurat pangan itu berdasarkan rekomendasi Dewan Koordinasi Harga Nasional atas pengamatannya terhadap kenaikan harga, meskipun ada pengurangan tarif impor beras dari 35% menjadi 15% pada Juli 2024.

Undang-Undang Tarifisasi Beras membatasi NFA Filipina untuk menjual beras secara langsung kepada masyarakat, lapor Anadolu. Namun, undang-undang tersebut mengizinkan menteri pertanian untuk menyatakan keadaan darurat dan melepaskan stok cadangan.

NFA memiliki sekitar 300.000 metrik ton stok cadangan dan lembaga tersebut berencana untuk melepaskan setengah dari jumlah tersebut dalam enam bulan ke depan, menurut laporan media.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 44 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 46 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia