The Fed Hati-hati Ambil Langkah Suku Bunga di Tengah Perang Dagang II
EASTON, investor.id – Wakil Ketua The Federal Reserve (The Fed) Philip Jefferson mengatakan bank sentral Amerika Serikat (AS) tersebut harus berhati-hati dalam menyesuaikan suku bunga. Langkah ini penting di tengah lingkungan kebijakan yang tidak pasti. Adapun kemungkinan perang dagang II menjadi kekhawatiran global.
Secara umum, gubernur The Fed mengatakan dirinya melihat ekonomi kuat dengan inflasi yang mereda di jalan yang "bergelombang" menuju target bank sentral sebesar 2% dan pasar tenaga kerja dalam "posisi yang solid".
Namun, Jefferson menggemakan pernyataan baru-baru ini dari pejabat lain demi kepentingan terbaik The Fed untuk bergerak perlahan saat mengevaluasi kondisi yang berkembang.
"Selama ekonomi dan pasar tenaga kerja tetap kuat, saya melihat sudah sepantasnya bagi Komite (Pasar Terbuka Federal/ FOMC) untuk berhati-hati dalam melakukan penyesuaian lebih lanjut," katanya dalam sambutannya di Lafayette College seperti dikutip CNBC internasional, Rabu (5/2/2025).
Dalam jangka menengah, Jefferson melihat pengurangan bertahap dalam tingkat pengekangan kebijakan moneter yang diberlakukan pada ekonomi saat kita bergerak menuju sikap yang lebih netral sebagai hasil yang paling mungkin.
“Meskipun demikian, saya rasa kita tidak perlu terburu-buru mengubah pendirian kita,” imbuhnya.
Pernyataan tersebut muncul kurang dari seminggu setelah FOMC memberikan suara untuk mempertahankan suku bunga kebijakannya tetap dalam kisaran antara 4,25% hingga 4,5%, sebuah keputusan yang disetujui Jefferson.
Pada tiga pertemuan sebelumnya, komite tersebut telah memangkas suku bunga dana federal (FFR) sebesar total 1 poin persentase atau 100 basis poin (bps) setelah menaikkannya dengan cepat untuk mengatasi lonjakan inflasi.
Baca Juga:
The Fed Mundur Dari Koalisi Iklim GlobalEditor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






