Jumat, 15 Mei 2026

The Fed Hati-hati Ambil Langkah Suku Bunga di Tengah Perang Dagang II

Penulis : Grace El Dora
5 Feb 2025 | 09:43 WIB
BAGIKAN
Gubernur The Fed Philip Jefferson memberikan kesaksian di depan sidang Komite Perbankan Senat mengenai pencalonannya menjadi wakil ketua Federal Reserve berikutnya, di Capitol Hill di Washington, Amerika Serikat pada 21 Juni 2023. (Foto: Jonatan Ernst / Reuters)
Gubernur The Fed Philip Jefferson memberikan kesaksian di depan sidang Komite Perbankan Senat mengenai pencalonannya menjadi wakil ketua Federal Reserve berikutnya, di Capitol Hill di Washington, Amerika Serikat pada 21 Juni 2023. (Foto: Jonatan Ernst / Reuters)

EASTON, investor.id – Wakil Ketua The Federal Reserve (The Fed) Philip Jefferson mengatakan bank sentral Amerika Serikat (AS) tersebut harus berhati-hati dalam menyesuaikan suku bunga. Langkah ini penting di tengah lingkungan kebijakan yang tidak pasti. Adapun kemungkinan perang dagang II menjadi kekhawatiran global.

Secara umum, gubernur The Fed mengatakan dirinya melihat ekonomi kuat dengan inflasi yang mereda di jalan yang "bergelombang" menuju target bank sentral sebesar 2% dan pasar tenaga kerja dalam "posisi yang solid".

Namun, Jefferson menggemakan pernyataan baru-baru ini dari pejabat lain demi kepentingan terbaik The Fed untuk bergerak perlahan saat mengevaluasi kondisi yang berkembang.

ADVERTISEMENT

"Selama ekonomi dan pasar tenaga kerja tetap kuat, saya melihat sudah sepantasnya bagi Komite (Pasar Terbuka Federal/ FOMC) untuk berhati-hati dalam melakukan penyesuaian lebih lanjut," katanya dalam sambutannya di Lafayette College seperti dikutip CNBC internasional, Rabu (5/2/2025).

Dalam jangka menengah, Jefferson melihat pengurangan bertahap dalam tingkat pengekangan kebijakan moneter yang diberlakukan pada ekonomi saat kita bergerak menuju sikap yang lebih netral sebagai hasil yang paling mungkin.

“Meskipun demikian, saya rasa kita tidak perlu terburu-buru mengubah pendirian kita,” imbuhnya.

Pernyataan tersebut muncul kurang dari seminggu setelah FOMC memberikan suara untuk mempertahankan suku bunga kebijakannya tetap dalam kisaran antara 4,25% hingga 4,5%, sebuah keputusan yang disetujui Jefferson.

Pada tiga pertemuan sebelumnya, komite tersebut telah memangkas suku bunga dana federal (FFR) sebesar total 1 poin persentase atau 100 basis poin (bps) setelah menaikkannya dengan cepat untuk mengatasi lonjakan inflasi.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia