Trump Sebut Soal “Kepemilikan Jangka Panjang” Gaza
WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengusulkan agar warga Palestina yang mengungsi di Gaza dimukimkan kembali secara permanen di luar wilayah yang dilanda perang. Ia mengusulkan AS mengambil "kepemilikan" dalam membangun kembali wilayah tersebut menjadi "Riviera Timur Tengah".
Usulan Trump yang dinilai kurang ajar tampaknya pasti akan mengacaukan tahap pembicaraan berikutnya. Padahal, pembicaraan dimaksudkan untuk memperpanjang gencatan senjata yang lemah antara Israel dan Hamas serta untuk mengamankan pembebasan para sandera yang tersisa.
Komentar provokatif itu muncul saat pembicaraan meningkat minggu ini dengan janji untuk meningkatkan bantuan kemanusiaan dan pasokan rekonstruksi guna membantu warga Gaza pulih setelah lebih dari 15 bulan konflik yang menghancurkan.
Sekarang Trump ingin mendorong sekitar 1,8 juta orang untuk meninggalkan tanah yang mereka sebut rumah dan mengklaimnya untuk AS, mungkin dengan pasukan Amerika.
"AS akan mengambil alih Jalur Gaza, dan kami juga akan melakukan pekerjaan di sana," kata Trump dalam konferensi pers malam hari dengan Netanyahu di sisinya, Kamis (4/2/2025).
Presiden yang terkenal sebagai pengembang real estat New York itu kembali menegaskan niatnya. "Kami akan memastikan itu dilakukan dengan standar kelas dunia. Itu akan luar biasa bagi rakyat – Palestina, sebagian besar warga Palestina, yang sedang kita bicarakan," ucapnya.
Trump menguraikan pemikirannya saat ia mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih. Kedua pemimpin itu juga membahas gencatan senjata dan kesepakatan penyanderaan yang rapuh dalam konflik Israel-Hamas dan berbagi kekhawatiran tentang Iran.
Trump mengatakan AS akan membangun kembali wilayah itu setelah warga Palestina dimukimkan kembali di tempat lain. Ia ingin mengubah wilayah itu menjadi tempat di mana "warga dunia", termasuk warga Palestina, akan tinggal.
Ia tidak memberikan perincian tentang otoritas apa yang akan digunakan AS untuk mengambil tanah itu dan membangunnya. Sekutu menolak gagasan tersebut.
Mesir, Yordania, dan sekutu AS lainnya di Timur Tengah telah memperingatkan Trump, merelokasi warga Palestina dari Gaza akan mengancam stabilitas Timur Tengah, berisiko memperluas konflik, dan merusak upaya AS dan sekutu selama puluhan tahun untuk solusi dua negara.
Kementerian luar negeri Arab Saudi mengeluarkan reaksi keras terhadap Trump, dengan menyatakan seruan panjang mereka untuk negara Palestina yang merdeka adalah "posisi yang tegas, teguh, dan tak tergoyahkan".
Pada Minggu (2/2/2025), Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sissi dan Raja Yordania Abdullah II menolak seruan Trump untuk memukimkan kembali warga Gaza. Namun Trump mengatakan ia yakin Mesir dan Yordania, serta negara-negara lain yang tidak disebutkan namanya, pada akhirnya akan setuju untuk menerima warga Palestina.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






