Jumat, 15 Mei 2026

Trump Telepon Putin untuk Akhiri Perang di Ukraina

Penulis : Prisma Ardianto
9 Feb 2025 | 22:07 WIB
BAGIKAN
Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden AS Donald Trump bertemu di KTT G-20 di Osaka, Jepang pada 28 Juni 2019. (Foto: ANTARA/Anadolu/py/pri)
Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden AS Donald Trump bertemu di KTT G-20 di Osaka, Jepang pada 28 Juni 2019. (Foto: ANTARA/Anadolu/py/pri)

MOSKOW, investor.id – Laporan New York Post via Reuters menyebut bahwa Presiden AS Donald Trump telah menghubungi Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengakhiri perang di Ukraina. Ini adalah percakapan pertama yang diklaim terjadi antara Presiden AS dan Putin sejak 2022.

Berdasarkan laporan tersebut, Trump pada minggu lalu telah berjanji untuk mengakhiri perang di Ukraina tetapi belum menjelaskan lebih rinci bagaimana ia akan melakukannya. Menurut Trump, perang itu adalah pertumpahan darah dan bahwa timnya telah melakukan apa yang disebut sebagai “beberapa pembicaraan yang sangat bagus”.

Trump dalam wawancara dengan New York Post di atas Air Force One pada hari Jumat, mengatakan bahwa ia memilih bungkam ketika ditanya berapa kali ia dan Putin telah berbicara.

ADVERTISEMENT

“Dia (Putin) ingin melihat orang-orang berhenti sekarat,” kata Trump.

Sementara itu, Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov bilang banyak komunikasi terjalin di berbagai saluran berbeda.

“Komunikasi ini dilakukan melalui saluran yang berbeda… Saya pribadi mungkin tidak tahu sesuatu, tidak menyadari sesuatu. Oleh karena itu, dalam kasus ini, saya tidak dapat mengonfirmasi atau membantahnya," kata Peskov kepada kantor berita negara TASS, mengomentari langsung laporan New York Post.

Reuters menyatakan konflik di Ukraina Timur dimulai pada tahun 2014 setelah presiden pro-Rusia digulingkan dalam Revolusi Maidan Ukraina dan Rusia mencaplok Krimea, dengan pasukan separatis yang didukung Rusia memerangi angkatan bersenjata Ukraina.

Putin mengirim ribuan pasukan ke Ukraina pada tahun 2022, menyebutnya sebagai “operasi militer khusus” untuk melindungi warga berbahasa Rusia di Ukraina dan melawan apa yang disebutnya sebagai ancaman serius terhadap Rusia dari potensi keanggotaan Ukraina di NATO.

Ukraina dan pendukung Baratnya, yang dipimpin oleh AS, mengatakan invasi itu adalah perampasan tanah bergaya kekaisaran dan bersumpah untuk mengalahkan pasukan Rusia. Moskow mengendalikan sebagian wilayah Ukraina seukuran negara bagian Virginia di Amerika dan maju dengan laju tercepat sejak awal invasi 2022.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia