Jumat, 15 Mei 2026

PM Jepang Ishiba Suarakan Optimisme Menghindari Kebijakan Tarif Trump

Penulis : Grace El Dora
10 Feb 2025 | 16:22 WIB
BAGIKAN
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (kanan) bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Jepang Shigeru Ishiba di Ruang Oval Gedung Putih, Washington, AS pada Jumat (7/2/2025). (Foto: AP/ Alex Brandon)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (kanan) bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Jepang Shigeru Ishiba di Ruang Oval Gedung Putih, Washington, AS pada Jumat (7/2/2025). (Foto: AP/ Alex Brandon)

TOKYO, investor.id – Perdana Menteri (PM) Jepang Shigeru Ishiba menyuarakan optimismenya bahwa negaranya dapat menghindari kebijakan tarif yang lebih tinggi dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Ia mengatakan, Trump telah mengakui investasi besar Jepang di AS dan lapangan kerja Amerika yang diciptakannya.

Pada pertemuan puncak pertamanya di Gedung Putih pada Jumat (7/2/2025), PM Ishiba menjelaskan kepada Trump berapa banyak produsen mobil Jepang yang menciptakan lapangan kerja di AS.

Kedua pemimpin tidak secara khusus membahas tarif otomotif, kata Ishiba seperti dilaporkan media lokal NHK. Ishiba mengatakan dirinya tidak tahu apakah Jepang akan dikenakan tarif timbal balik yang menurut Trump akan dikenakan pada barang impor.

ADVERTISEMENT

Sejauh ini, Jepang telah lolos dari perang dagang jilid II yang diluncurkan Trump pada minggu-minggu pertamanya menjabat. Ia telah mengumumkan tarif atas barang-barang dari Kanada, Meksiko, dan China, meskipun ia menunda bea masuk sebesar 25% atas negara-negara tetangganya di Amerika Utara untuk memungkinkan adanya pembicaraan.

Meningkatnya ketegangan perdagangan sejak Trump kembali ke Gedung Putih pada 20 Januari 2025 dinilai mengancam akan menghancurkan ekonomi global.

Ishiba mengatakan dia yakin Trump mengakui fakta bahwa Jepang telah menjadi investor terbesar di Amerika Serikat selama lima tahun berturut-turut, karena itu berbeda dari negara lain.

"Jepang menciptakan banyak lapangan kerja di AS. Saya yakin (Amerika) tidak akan langsung menerapkan tarif yang lebih tinggi," ucap Ishiba.

Ishiba menyuarakan optimisme Jepang dan AS dapat menghindari perang tarif yang saling balas. PM Jepang itu menekankan tarif harus diberlakukan dengan cara yang dinilai menguntungkan kedua belah pihak.

"Tindakan apa pun yang mengeksploitasi atau mengecualikan pihak lain tidak akan bertahan lama. Pertanyaannya adalah apakah ada masalah antara Jepang dan Amerika Serikat yang memerlukan penerapan tarif yang lebih tinggi," kata dia.

Jepang memiliki investasi langsung asing tertinggi di AS pada 2023 sebesar US$ 783,3 miliar, diikuti oleh Kanada dan Jerman, menurut data Departemen Perdagangan AS terkini.

Trump mendesak Ishiba untuk menutup surplus perdagangan tahunan Jepang sebesar US$ 68,5 miliar dengan AS. Tetapi ia menyatakan optimisme hal ini dapat dilakukan dengan cepat, mengingat janji Ishiba untuk meningkatkan investasi Jepang di AS menjadi US$ 1 triliun.

Pada Minggu (9/2/2025), Ishiba mengidentifikasi gas alam cair, baja, kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI), dan otomotif sebagai area yang dapat diinvestasikan oleh perusahaan Jepang.

Ia juga menyinggung janji Trump untuk mempertimbangkan investasi Nippon Steel di U.S. Steel daripada membeli perusahaan Amerika yang terkenal itu. Usulan pembelian itu ditentang oleh Trump dan diblokir oleh pendahulunya, mantan presiden Joe Biden.

"Investasi dilakukan untuk memastikan perusahaan itu tetap menjadi perusahaan Amerika. Perusahaan itu akan terus beroperasi di bawah manajemen Amerika, dengan karyawan Amerika. Poin utamanya adalah bagaimana memastikan perusahaan itu tetap menjadi perusahaan Amerika," lanjut Ishiba.

Dari sudut pandang Presiden Trump, kata Ishiba, ini adalah hal yang sangat penting. Mengenai pengeluaran militer, bidang lain yang Trump tekankan kepada sekutunya untuk meningkatkan anggaran, Ishiba mengatakan Jepang tidak akan meningkatkan anggaran pertahanannya tanpa terlebih dahulu memperoleh dukungan publik.

“Sangat penting untuk memastikan apa yang dianggap perlu adalah sesuatu yang dapat dipahami dan didukung oleh para pembayar pajak,” pungkasnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia