Jumat, 15 Mei 2026

Indonesia dan Turki Percepat Kerja Sama Ekspor Komoditas Pertanian

Penulis : Grace El Dora
12 Feb 2025 | 23:51 WIB
BAGIKAN

JAKARTA, investor.id – Indonesia dan Turki melakukan percepatan kerja sama ekspor komoditas pertanian. Kedua negara republik ini secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk meningkatkan kerja sama di bidang pertanian.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman dan Mentan dan Kehutanan Turki İbrahim Yumaklı sebagai langkah strategis mendorong ekspor berbagai komoditas pertanian unggulan kedua negara.

Melalui MoU ini, Indonesia dan Turki sepakat memperkuat kerja sama di berbagai sektor pertanian seperti produksi tanaman, perlindungan tanaman, peternakan, kesehatan hewan, serta pengolahan pangan dan pakan.

ADVERTISEMENT

Menurut pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (12/2/2025), komoditas yang menjadi fokus kerja sama ekspor meliputi kopi, kelapa sawit, karet, rempah-rempah (seperti lada, pala, dan kayu manis), teh, kakao, buah tropis (seperti mangga, nanas, dan pisang), serta produk peternakan seperti unggas dan daging olahan dari Indonesia.

Indonesia dan Turki Percepat Kerja Sama Ekspor Komoditas Pertanian
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman (kiri) berbicara dengan Menteri Pertanian dan Kehutanan Turki Ibrahim Yumakli di sela-sela penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama kedua negara di Istana Bogor, Bogor, Jawa Barat, Rabu (12/2/2025). (Foto: Kementerian Pertanian)

Sementara itu, gandum menjadi salah satu komoditas utama yang akan diekspor dari Turki ke Indonesia untuk mendukung kebutuhan pangan nasional.

“Kerja sama ini membuka peluang besar bagi peningkatan ekspor komoditas pertanian Indonesia ke Turki, seiring dengan meningkatnya permintaan pasar internasional terhadap produk-produk pertanian berkualitas dari Indonesia,” jelas Mentan Amran, Rabu.

Selain mendorong ekspor, kerja sama ini juga mencakup pengembangan teknologi pertanian, pertukaran informasi, pelatihan teknis, penelitian bersama, serta penerapan pertanian cerdas berbasis digital (smart agriculture).

Kedua negara juga sepakat membentuk Komite Pengarah untuk memantau pelaksanaan kerja sama secara efektif dan berkelanjutan.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 44 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 46 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia