Jumat, 15 Mei 2026

Presiden Ukraina Hanya Diberi Waktu 1 Jam untuk Menimbang Kesepakatan Mineral

Penulis : Grace El Dora
17 Feb 2025 | 23:52 WIB
BAGIKAN
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berbicara kepada pers sebelum pertemuan Dewan Eropa di markas besar UE di Brussel, Belgia pada 19 Desember 2024. (Foto: AFP)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berbicara kepada pers sebelum pertemuan Dewan Eropa di markas besar UE di Brussel, Belgia pada 19 Desember 2024. (Foto: AFP)

MOSKOW, investor.id – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky hanya diberi waktu 1 jam untuk menimbang kesepakatan mineral. Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent, yang mengunjungi Kiev pekan lalu, meminta Zelensky mempertimbangkan kesepakatan yang akan memberikan akses tak terbatas bagi AS terhadap kekayaan mineral Ukraina.

Hal ini dilaporkan The Economist dengan mengutip sumber yang mengetahui perundingan tersebut.

Laporan itu menjelaskan, Zelensky awalnya berharap Bessent akan membahas dukungan keuangan berkelanjutan bagi Ukraina. Namun, alih-alih pembicaraan mengenai bantuan finansial, ia justru disodori memorandum yang menuntut hak atas seluruh sumber daya mineral Ukraina.

ADVERTISEMENT

Presiden Ukraina menolak usulan tersebut dan menunda pembahasan lebih lanjut hingga Konferensi Keamanan Munich yang berlangsung di Jerman pada 14-16 Februari 2025 lalu.

Sejumlah media pada Minggu (16/2/2025), dengan mengutip sejumlah sumber, melaporkan pemerintah telah menawarkan kesepakatan yang memberikan akses bagi AS ke mineral langka Ukraina sebagai imbalan atas bantuan militer yang telah dikirim ke Ukraina.

Dokumen tersebut tidak mencantumkan dukungan militer tambahan.

Pada 3 Februari 2025, Presiden AS Donald Trump mengatakan pihaknya mengharapkan jaminan dari Ukraina untuk memberikan akses ke logam tanah jarang sebagai imbalan atas bantuan finansial dan militer.

Menurut sumber yang dekat dengan pemerintah AS, The Financial Times melaporkan pemerintah Ukraina sedang mempertimbangkan kemungkinan menyerahkan sumber daya tersebut kepada AS sebagai bagian dari kesepakatan bantuan.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia