Badai Musim Dingin AS Tewaskan 14 Orang
WASHINGTON, investor.id – Jumlah korban tewas akibat badai musim dingin yang dahsyat di Amerika Serikat (AS) bagian tengah dan timur telah meningkat menjadi sedikitnya 14 orang, kata para pejabat. Sebelumnya banjir, angin kencang, dan suhu yang sangat dingin melanda wilayah tersebut.
Sejak awal pekan ini, Badan Cuaca Nasional (NWS) AS telah memperingatkan tentang sistem badai musim dingin yang membawa udara Arktik yang akan menyebabkan "rekor dingin". Suhu dingin diperkirakan mencapai -60 derajat Fahrenheit (-51 derajat Celsius) di Montana dan North Dakota, AS.
"Saya punya berita buruk lagi. Jumlah korban tewas di Kentucky kini telah meningkat menjadi 12," ungkap Gubernur Kentucky Andy Beshear dalam sebuah unggahan di media sosial seperti dikutip AFP, Rabu (19/2/2025), menambah jumlah korban tewas dari delapan pada Minggu (16/2/2025).
Gubernur West Virginia Patrick Morrisey pada Senin (17/2/2025) mengatakan, negara bagiannya juga telah melihat sedikitnya satu kematian akibat cuaca.
"Kami telah mengonfirmasi satu kematian saat ini. Masih ada beberapa orang yang hilang," paparnya dalam jumpa pers. Morrisey memperingatkan banjir lebih lanjut diperkirakan akan terjadi.
Selain itu, satu orang meninggal di kota selatan Atlanta, Georgia. Korban tewas ketika sebuah pohon besar jatuh di rumahnya pada Minggu dini hari, kata petugas pemadam kebakaran Scott Powell kepada media lokal.
Sebagian besar korban tewas di Kentucky, kata Beshear dalam konferensi pers sebelumnya. Korban tewas tenggelam ketika terjebak di kendaraan mereka oleh banjir yang naik dengan cepat, termasuk seorang ibu dan anaknya.
Gubernur mendesak orang-orang untuk menjauh dari jalan-jalan di seluruh negara bagian, di mana otoritas lokal dan federal telah mengumumkan keadaan darurat.
Beshear mengatakan lebih dari 1.000 orang telah diselamatkan oleh responden pertama dalam waktu 24 jam.
NWS memperingatkan sistem cuaca dingin akan berdampak pada wilayah yang luas sehingga menyebabkan suhu turun di dataran tengah, pesisir timur, dan sejauh selatan pantai Teluk.
"Massa udara Arktik yang sangat dingin diperkirakan akan terus berdampak pada AS bagian utara-tengah dan juga menyebar lebih jauh ke selatan dan timur selama beberapa hari ke depan," demikian bunyi peringatan tersebut.
Baca Juga:
Peduli Lingkungan dengan Tanam PohonListrik di ribuan rumah telah dipulihkan pada Senin. Tetapi lebih dari 50.000 pelanggan masih tanpa listrik di negara bagian West Virginia, Pennsylvania, dan Maryland, menurut situs web pemantauan poweroutage.us.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

