Jumat, 15 Mei 2026

Malaysia Beberkan Rencana KTT ASEAN dengan AS Bahas Tarif Impor

Penulis : Grace El Dora
20 Feb 2025 | 23:11 WIB
BAGIKAN
Menteri Luar Negeri (Menlu) Malaysia Mohamad Hasan mengatakan tarif yang diterapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan menjadi tantangan bagi Malaysia karena produk listrik dan elektronik mencakup 60% perdagangannya dengan AS. (Foto: EPA-EFE)
Menteri Luar Negeri (Menlu) Malaysia Mohamad Hasan mengatakan tarif yang diterapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan menjadi tantangan bagi Malaysia karena produk listrik dan elektronik mencakup 60% perdagangannya dengan AS. (Foto: EPA-EFE)

KUALA LUMPUR, investor.id – Pemerintah Malaysia mengatakan ASEAN berencana mengadakan pertemuan puncak dengan Amerika Serikat (AS) untuk membahas tarif impor. Dengan demikian, negara-negara anggotanya dapat menyampaikan pandangan mereka tentang tarif AS yang direncanakan.

Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Malaysia Mohamad Hasan pada Kamis (20/2/2025), lapor Reuters. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan AS akan mengenakan tarif sekitar 25% pada impor otomotif, semikonduktor, dan farmasi.

Kepada Parlemen Malaysia, Menlu Mohamad Hasan mengatakan tarif tersebut akan menjadi tantangan bagi Malaysia. Pasalnya, produk listrik dan elektronik mencakup 60% perdagangannya dengan Amerika.

ADVERTISEMENT

"Ini merupakan pukulan besar jika kita tidak dapat segera menyelesaikannya," ungkap Mohamad Hasan. Ia menambahkan, ASEAN berencana mengadakan pertemuan puncak khusus untuk menyampaikan kasus kawasan tersebut kepada pemerintah AS.

“Kita perlu berunding tentang cara menyampaikan pandangan dari negara-negara ASEAN untuk memastikan tarif yang diusulkan tidak membebani kita,” tukasnya.

Adapun pada 2025 Malaysia memegang keketuaan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Menurut Kantor Perwakilan Dagang AS, perdagangan barang negara tersebut dengan Malaysia diperkirakan mencapai US$ 80,2 miliar pada 2024. Sedangkan defisit perdagangan barang AS dengan Malaysia mencapai US$ 24,8 miliar tahun lalu saja.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia