Trump Sebut Ada Potensi Kesepakatan Dagang AS-China di Tengah Perang Tarif
WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengisyaratkan ada potensi kesepakatan dagang AS-China di tengah perang tarif. Pada 2020, pemerintah AS telah menyetujui "kesepakatan dagang besar dengan China" dan kesepakatan baru "mungkin" terwujud, kata Trump seperti dikutip AFP, Rabu (19/2/2025).
Adapun China adalah target utama dalam kebijakan tarif pemimpin AS itu.
Satu bulan memasuki masa jabatan keduanya, Trump telah mengancam akan mengenakan tarif besar-besaran pada sekutu dan musuh. Pihaknya menargetkan China, negara tetangga Kanada dan Meksiko, serta Uni Eropa (UE).
Pemerintah Amerika menggunakan pungutan pajak masuk barang impor sebagai alat kebijakan utamanya untuk menurunkan defisit perdagangan AS yang besar. Pada awal Februari 2025, Trump mengenakan bea masuk tambahan sebesar 10% pada semua produk yang diimpor dari China.
Ia juga mengancam akan mengenakan tarif sebesar 25% pada semua mobil impor. Berikutnya, ia berencana menerapkan bea yang sama atau lebih tinggi pada barang farmasi dan semikonduktor saat meningkatkan tekanan pada beberapa mitra dagang terbesar AS.
Pada sebuah penerbangan di pesawat kepresidenan Air Force One, Trump mengungkapkan pemerintahannya sedang mempertimbangkan tarif kayu yang mungkin sebesar 25% dalam beberapa bulan mendatang.
Presiden juga awalnya mengumumkan tarif sebesar 25% pada semua impor Kanada dan Meksiko. Namun ia berbalik arah kebijakan hanya beberapa jam sebelum tarif tersebut mulai berlaku, dengan memberikan penangguhan selama satu bulan pada prinsipnya hingga 1 Maret 2025.
Ia pun menandatangani perintah eksekutif minggu lalu yang mengenakan tarif baru sebesar 25% pada impor baja dan aluminium, yang akan mulai berlaku pada 12 Maret 2025.
Meminta Pengecualian
Para ahli dan pengamat telah memperingatkan, yang kerap terjadi adalah warga Amerika pada akhirnya menanggung akibat kenaikan tarif pada impor AS, bukan eksportir asing.
Merespons kebijakan tarif Trump, pemerintah China menerapkan bea masuk sebesar 15% untuk batu bara dan gas alam cair yang masuk ke negaranya. Pihaknya juga menerapkan tarif 10% untuk minyak dan barang-barang lainnya seperti mesin pertanian dan kendaraan.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






