Jumat, 15 Mei 2026

AS Ancam Tutup Starlink Jika Ukraina Menolak Kesepakatan Hak Mineral

Penulis : Grace El Dora
22 Feb 2025 | 20:30 WIB
BAGIKAN
Starlink menyediakan konektivitas internet krusial bagi Ukraina yang dilanda perang dan militernya. (Foto: AFP)
Starlink menyediakan konektivitas internet krusial bagi Ukraina yang dilanda perang dan militernya. (Foto: AFP)

WASHINGTON, investor.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengancam tutup akses komunikasi Starlink jika Ukraina menolak kesepakatan hak mineral. Para negosiator Amerika AS yang mendesak Ukraina untuk mengakses mineral penting Ukraina telah mengemukakan kemungkinan pemutusan akses negara itu ke sistem internet satelit Starlink milik Elon Musk yang vital, kata tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut, lapor Reuters.

Akses berkelanjutan Ukraina ke Starlink milik SpaceX diangkat dalam diskusi antara pejabat AS dan Ukraina. Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak usulan awal dari Menteri Keuangan (Menkeu) AS Scott Bessent, kata sumber tersebut.

Starlink menyediakan konektivitas internet krusial bagi Ukraina yang dilanda perang dan militernya.

ADVERTISEMENT

Masalah itu diangkat lagi pada Kamis (20/2/2025) selama pertemuan antara utusan khusus AS untuk Ukraina Keith Kellogg dan Zelensky, kata salah satu sumber yang diberi pengarahan tentang pembicaraan tersebut.

Selama pertemuan tersebut, pemerintah Ukraina diberitahu mereka akan segera menutup layanan jika tidak mencapai kesepakatan mengenai mineral penting, kata sumber tersebut, yang meminta anonimitas untuk membahas negosiasi tertutup.

"Ukraina menggunakan Starlink. Mereka menganggapnya sebagai Bintang Utara mereka. Kehilangan Starlink ... akan menjadi pukulan telak," terang sumber tersebut.

Zelensky telah menolak tuntutan dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump sebesar US$ 500 miliar dalam bentuk kekayaan mineral dari Ukraina untuk membayar kembali AS atas bantuan masa perang. Pihak Ukraina mengatakan AS tidak menawarkan jaminan keamanan khusus.

Pada Jumat (21/2/2025) presiden Ukraina mengatakan tim AS dan Ukraina sedang menggodok kesepakatan, sementara Trump mengatakan ia berharap kesepakatan akan segera ditandatangani.

Musk segera mengirimkan ribuan terminal Starlink ke Ukraina untuk menggantikan layanan komunikasi yang dihancurkan oleh Rusia setelah invasinya pada Februari 2022. Dipuji sebagai pahlawan di Ukraina, Musk kemudian membatasi akses setidaknya sekali sebelumnya pada musim gugur 2022 karena ia menjadi lebih kritis terhadap penanganan perang oleh Ukraina.

Anggota parlemen AS terbagi atas upaya Trump untuk segera mengakhiri perang Ukraina. Beberapa dari mereka telah mengajukan pertanyaan tentang upaya cepat Musk untuk memangkas ribuan pekerja federal dan menutup lembaga Federal.

Peneliti senior di Atlantic Council Melinda Haring mengatakan Starlink sangat penting bagi operasi pesawat nirawak (drone) Ukraina, yang menjadi pilar utama strategi militernya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia