Jumat, 15 Mei 2026

AS Pangkas Misi Diplomatiknya di China

Penulis : Grace El Dora
26 Feb 2025 | 16:57 WIB
BAGIKAN
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah meminta kedutaan besar AS di seluruh dunia untuk bersiap menghadapi pemangkasan staf. (Foto: Reuters)
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah meminta kedutaan besar AS di seluruh dunia untuk bersiap menghadapi pemangkasan staf. (Foto: Reuters)

WASHINGTON, investor.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan memangkas ukuran misi diplomatiknya di China hingga 10%, menurut laporan South China Morning Post (SCMP), mengutip sumber yang mengetahui situasi tersebut.

Para diplomat AS yang bekerja di China daratan dan Hong Kong, serta karyawan lokal, diberi tahu dalam waktu dekat dalam serangkaian pengurangan. SCMP menggambarkan hal tersebut sebagai langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Pemangkasan tersebut akan memengaruhi kedutaan besar di Beijing dan konsulat di Guangzhou, Shanghai, Shenyang dan Wuhan, serta konsulat di Hong Kong, kata South China Morning Post.

ADVERTISEMENT

Tidak jelas apakah mereka yang terkena dampak akan dipindahkan ke tempat lain dalam layanan diplomatik, tetapi pemutusan hubungan kerja (PHK) diperkirakan akan terjadi, tambahnya.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah meminta kedutaan besar AS di seluruh dunia untuk bersiap menghadapi pemangkasan staf, kata beberapa sumber seperti dikutip Reuters belum lama ini.

Hal ini menjadi sebagai bagian dari upaya presiden dari Partai Republik tersebut untuk merombak korps diplomatik AS. Trump dan sekutu miliardernya Elon Musk telah berupaya memangkas pengeluaran pemerintah AS yang mereka anggap boros sejak Trump menjabat pada 20 Januari 2025.

Seperti diketahui, AS memiliki banyak tenaga kerja diplomatik di China dan mereka yang berada di Beijing berlokasi di lokasi seluas 10 hektare (Ha) yang terdiri dari enam gedung, termasuk bangunan tambahan baru yang selesai dibangun pada 2016.

Menurut situs web Kedutaan Besar dan Konsulat AS di China, kompleks kedutaan Negara Tirai Bambu itu menampung lebih dari 1.300 staf Amerika dan staf lokal yang mewakili hampir 50 lembaga federal AS yang berbeda.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 9 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia