Jumat, 15 Mei 2026

China Balas AS dengan Tarif Tambahan 15% Tambah Panas Perang Dagang II

Penulis : Grace El Dora
4 Mar 2025 | 19:21 WIB
BAGIKAN
Bendera Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok berkibar bersama. (Foto: ANTARA/Xinhua)
Bendera Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok berkibar bersama. (Foto: ANTARA/Xinhua)

BEIJING, investor.id – Pemerintah China membalas Amerika Serikat (AS) dengan tarif tambahan 15%, menambah panas ketegangan Perang Dagang II. Pihaknya pada Selasa (4/3/2025) mengumumkan rencana mengenakan tarif tambahan pada beberapa barang impor dari AS mulai 10 Maret 2025 dan membatasi ekspor ke 15 perusahaan AS.

Tindakan pembalasan dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Perdagangan China dilakukan tepat saat tarif tambahan AS mulai berlaku pada barang-barang Negara Tirai Bambu tersebut.

Tarif tambahan dari China sebagian besar mencakup barang-barang pertanian AS, termasuk jagung dan kedelai, yang akan dikenakan bea baru masing-masing sebesar 15% dan 10%, menurut situs web kementerian keuangan yang dikutip CNBC internasional, Selasa.

ADVERTISEMENT

Beberapa perusahaan AS yang terkena dampak kontrol ekspor tersebut adalah Leidos dan General Dynamics Land Systems, menurut kementerian perdagangan.

Hubungan China dengan AS pasti akan mengalami perselisihan, tetapi China tidak akan menerima tekanan atau ancaman, kata Lou Qinjian selaku juru bicara untuk sesi ketiga Kongres Rakyat Nasional ke-14.

Kongres tersebut akan memulai pertemuan tahunan pada Rabu (5/3/2025). Gedung Putih telah mengonfirmasi bea masuk baru sebesar 10% untuk barang-barang China akan mulai berlaku pada Selasa waktu setempat, sehingga jumlah total tarif baru yang dikenakan hanya dalam waktu sekitar satu bulan menjadi 20%.

Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan sebelumnya, Kementerian Perdagangan China mengatakan pemerintahnya "dengan tegas menolak" bea masuk tambahan AS untuk barang-barang China dan akan mengambil tindakan balasan.

Bea masuk tersebut akan "merusak" hubungan perdagangan AS-China dan pihaknya mendesak AS untuk menarik keputusan tarifnya, kata kementerian tersebut dalam bahasa Mandarin.

Eskalasi Perang Dagang II

“Perang dagang membawa risiko pembalasan dan eskalasi, dan khususnya dalam kasus China, dan dalam kasus Kanada dan Meksiko, yang juga akan menghadapi tarif hari ini ... kami berharap akan ada tanggapan,” ujar Frederique Carrier selaku kepala strategi investasi di RBC Wealth Management.

“Tanggapan yang mungkin bukan balasan yang setimpal, tetapi tanggapan yang ditargetkan untuk menunjukkan ketidaksenangan yang dialami negara-negara ini karena mendapatkan tarif,” lanjut Carrier.

Setelah putaran pertama tarif baru AS pada Februari 2025, tindakan pembalasan China termasuk menaikkan bea atas impor energi AS tertentu. Mereka juga menempatkan dua perusahaan AS pada daftar entitas yang tidak dapat diandalkan. Tindakan ini membatasi kemampuan mereka untuk melakukan bisnis di negara Asia tersebut.

Dengan demikian, tarif efektif rata-rata AS atas barang-barang China ditetapkan mencapai 33%, naik dari sekitar 13% sebelum Presiden AS Donald Trump memulai masa jabatan terakhirnya pada 20 Januari 2025, menurut perkiraan dari Kepala Ekonom China Nomura Ting Lu.

Global Times yang didukung pemerintah China melaporkan pada Senin (3/3/2025), mengutip sebuah sumber. Pemerintah China sedang mempertimbangkan tarif pembalasan atas produk pertanian AS.

Ekspor produk pertanian AS seperti kacang kedelai ke China menyumbang bagian terbesar dari barang-barang AS yang diekspor ke China sebesar 1,2%, atau US$ 22,3 miliar pada 2023, menurut analisis Allianz Research.

Minyak dan gas berada di peringkat kedua berdasarkan pangsa sebesar 1%, atau US$ 19,3 miliar, menurut penelitian tersebut. Farmasi berada di peringkat ketiga sebesar 0,8% atau US$ 15,6 miliar.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 59 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 9 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia