Jumat, 15 Mei 2026

China Makin Serius Investasi di Industri AI dan Teknologi 6G

Penulis : Grace El Dora
5 Mar 2025 | 22:46 WIB
BAGIKAN
Perdana Menteri (PM) China Li Qiang menyampaikan laporan kerja pemerintah China dalam pembukaan Sidang Kongres Rakyat Nasional China (NPC) di Balai Agung Rakyat, Beijing, China pada Rabu (5/3/2024). (Foto: ANTARA/ Desca Lidya Natalia)
Perdana Menteri (PM) China Li Qiang menyampaikan laporan kerja pemerintah China dalam pembukaan Sidang Kongres Rakyat Nasional China (NPC) di Balai Agung Rakyat, Beijing, China pada Rabu (5/3/2024). (Foto: ANTARA/ Desca Lidya Natalia)

BEIJING, investor.id – Pemerintah China makin serius investasi di industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) dan teknologi 6G. Perdana Menteri (PM) China Li Qiang memaparkan, negara itu akan serius membangun mekanisme pendanaan teknologi masa depan baik untuk akal imitasi alias AI, maupun industri berbasis teknologi 6G.

"Kami akan membangun mekanisme untuk meningkatkan pendanaan bagi industri masa depan dan membina industri seperti biomanufaktur, teknologi kuantum, (industri) AI, dan teknologi 6G. Kami akan memajukan uji coba untuk pengembangan terpadu manufaktur canggih dan layanan modern untuk mempercepat manufaktur berorientasi layanan," ungkap PM Li dalam pembukaan Sidang Kongres Rakyat Nasional China (NPC) di Balai Agung Rakyat, Beijing, Rabu (5/3/2025).

Sidang NPC merupakan bagian dari rangkaian sidang parlemen "Dua Sesi" selama 4-11 Maret 2025. Sidang ini bertujuan untuk mengkaji laporan kerja pemerintah pusat 2024 dan menetapkan rencana kerja pemerintah Negara Tirai Bambu tersebut pada 2025.

ADVERTISEMENT

Demi mendorong pengembangan industri teknologi dan persaingan yang sehat, pemerintah China disebut akan mengalokasikan anggaran belanja pemerintah pusat hingga 398,119 miliar yuan (sekitar Rp 903 triliun) atau naik 10% untuk pengeluaran sains dan teknologi. Dana ini akan utamanya akan digunakan untuk penelitian murni, penelitian murni terapan, dan teknologi ilmiah strategis.

"Kami akan merilis pedoman untuk mempercepat pengembangan industri masa depan dan mendukung daerah dengan fondasi industri yang kuat dan konsentrasi sumber daya inovasi dalam menciptakan zona rintisan industri tersebut," lanjut Li.

Otoritas China juga akan terus meningkatkan pasokan faktor-faktor pendukung industri AI seperti kapasitas komputasi dan data serta mengembangkan sistem model "open source" (OS). Katanya. Pihaknya berencana melanjutkan inisiatif AI Plus dan membangun basis nasional untuk pengujian skala percontohan aplikasi industri AI berdasarkan wilayah dan kategori tertentu.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia