Trump Ancam Sanksi Skala Besar pada Rusia
WASHINGTON, investor.id – Setelah berminggu-minggu menjauhkan Amerika Serikat (AS) dari Ukraina, Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan sanksi dan tarif "skala besar" pada Rusia. Menurut Trump, sanksi akan diperluas pada Rusia, hingga mencapai kesepakatan damai dengan Ukraina.
"Berdasarkan fakta Rusia benar-benar "menggempur" Ukraina di medan perang saat ini, saya sangat mempertimbangkan Sanksi Perbankan, Sanksi, dan Tarif dalam skala besar pada Rusia hingga Gencatan Senjata dan PERJANJIAN PENYELESAIAN AKHIR PERDAMAIAN TERCAPAI. Kepada Rusia dan Ukraina, segeralah berunding, sebelum terlambat. Terima kasih!!!" ungkap Trump dalam sebuah unggahan di media sosialnya Truth Social, seperti dikutip NBC internasional, Senin (10/3/2025).
Ancamannya muncul seminggu setelah bentrokan sengit di Ruang Oval dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menggagalkan harapan untuk kesepakatan mineral tanah jarang yang sangat dinanti-nantikan.
Pertemuan tersebut menambah kekhawatiran yang berkembang, soal kebijakan AS terhadap Rusia melunak dan memicu perebutan di Eropa tentang siapa yang akan mengisi kekosongan jika AS menarik dukungannya terhadap Ukraina.
Trump telah menghabiskan beberapa minggu terakhir untuk mengecam Zelensky. Pekan lalu, pemerintah AS mengatakan pihaknya akan menghentikan pemberian bantuan militer dan berbagi informasi intelijen dengan Ukraina.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Kamis (6/3/2025) tampaknya memberikan pratinjau sanksi tambahan terhadap Rusia dalam sambutannya di hadapan Economic Club of New York. Ia mengatakan, pemerintahan Trump telah mempertahankan sanksi yang lebih ketat terhadap Rusia dan siap untuk melakukan sepenuhnya jika itu akan memberikan pengaruh dalam negosiasi perdamaian.
"Sesuai arahan Presiden Trump, sanksi akan digunakan secara eksplisit dan agresif untuk dampak maksimal yang segera," tutur Bessent.
Baca Juga:
China Tolak Usulan Trump Soal GazaBessent juga menuduh pemerintahan Biden menjatuhkan "sanksi lemah" pada sektor energi Rusia, yang menurutnya memainkan faktor utama dalam pembiayaan berkelanjutan mesin perang Rusia. Bessent menuduh Biden mengambil pendekatan yang lebih lunak terhadap sanksi karena apa yang disebutnya kekhawatiran tentang tekanan ke atas pada harga energi AS selama musim pemilihan".
Bessent juga mengklaim pemerintahan Biden mencabut sanksi AS terhadap Rusia pada Januari 2025, tetapi tidak jelas apa yang dimaksudnya. Sepuluh hari sebelum pelantikan Trump, Departemen Keuangan menerapkan sanksi besar-besaran pada sektor energi Rusia dan tidak ada bukti AS melonggarkan sanksi.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






