Jumat, 15 Mei 2026

Korut Komentari Latihan Militer AS dan Korsel

Penulis : Grace El Dora
10 Mar 2025 | 11:11 WIB
BAGIKAN
Dalam foto yang tidak bertanggal ini yang disediakan pada Sabtu (8/3/2025) oleh pemerintah Korea Utara (Korut), pemimpin Korut Kim Jong Un (kanan bawah) mengunjungi galangan kapal untuk membangun kapal perang di lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara. Konten gambar ini sebagaimana adanya dan tidak dapat diverifikasi secara independen. (Foto: Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)
Dalam foto yang tidak bertanggal ini yang disediakan pada Sabtu (8/3/2025) oleh pemerintah Korea Utara (Korut), pemimpin Korut Kim Jong Un (kanan bawah) mengunjungi galangan kapal untuk membangun kapal perang di lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara. Konten gambar ini sebagaimana adanya dan tidak dapat diverifikasi secara independen. (Foto: Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)

SEOUL, investor.id – Pemerintah Korea Utara (Korsel) mengomentari latihan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dengan Korsel yang dimulai pada Senin (10/3/2025). Korut mengecam latihan militer gabungan AS-Korsel tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan provokatif yang berbahaya.

Pemerintah Korut mengatakan, ada risiko penembakan tidak disengaja yang memicu konfrontasi fisik.

Latihan Freedom Shield tahunan dijadwalkan berlangsung hingga 20 Maret 2025, meskipun latihan tembak-menembak tetap ditangguhkan setelah jet militer Korsel secara keliru menjatuhkan bom di kota sipil dekat perbatasan Korsel-Korut pekan lalu.

ADVERTISEMENT

Tembakan yang salah itu melukai sedikitnya 29 orang, lapor Reuters pada Senin (10/3/2025).

Pihak Korsel secara tradisional menyerukan agar latihan gabungan AS-Korsel dibatalkan, dengan menyebutnya sebagai awal dari invasi.

Di sisi lain, militer Korsel mengatakan latihan gabungan tersebut bertujuan untuk memperkuat kesiapan aliansi terhadap ancaman seperti Korut.

Korut Komentari Latihan Militer AS dan Korsel
Foto yang disediakan pada Jumat (28/2/2025) oleh pemerintah Korea Utara (Korut) ini menunjukkan uji coba peluncuran rudal jelajah strategis di lepas pantai barat negara tersebut pada Rabu (26/2/2025). Konten gambar ini sebagaimana adanya dan tidak dapat diverifikasi secara independen. (Foto: Korean Central News Agency (KCNA)/ Korea News Service via AP)

"Ini adalah tindakan provokatif yang berbahaya untuk memicu situasi akut di semenanjung Korea, yang dapat memicu konflik fisik antara kedua belah pihak melalui satu tembakan yang tidak disengaja, hingga ke titik ekstrem," ucap kementerian luar negeri Korut seperti dikutip media pemerintah KCNA.

Latihan militer tersebut akan membahayakan keamanan AS, tambah kementerian tersebut.

Terkait kecelakaan bom di Korsel, Kepala Angkatan Udara Lee Young-su membungkuk untuk meminta maaf pada Senin. Ia menyebut kecelakaan pekan lalu belum pernah terjadi sebelumnya, di mana dua jet secara keliru mengebom desa dan melukai sejumlah warga.

"Itu adalah kecelakaan yang seharusnya tidak pernah terjadi dan tidak boleh terjadi lagi," ucap Lee.

Seorang pilot di salah satu jet terdesak waktu dan tidak memeriksa ulang koordinat target. Sementara itu pilot lain di jet lainnya mengikuti dan menjatuhkan bom tanpa memperhatikan koordinat yang salah, lapor Kantor Berita Yonhap yang mengutip hasil sementara penyelidikan militer.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 50 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia