Jumat, 15 Mei 2026

UNICEF Sebut Kelangkaan Air di Gaza Saat Ini Kritis

Penulis : Grace El Dora
12 Mar 2025 | 14:56 WIB
BAGIKAN
Tahanan Palestina disambut saat keluar dari bus Palang Merah setelah dibebaskan dari penjara Israel menyusul perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas, di kota Ramallah, Tepi Barat, Sabtu (1/2/2025). (Foto: AP/ Mahmoud Illean)
Tahanan Palestina disambut saat keluar dari bus Palang Merah setelah dibebaskan dari penjara Israel menyusul perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas, di kota Ramallah, Tepi Barat, Sabtu (1/2/2025). (Foto: AP/ Mahmoud Illean)

NEW YORK, investor.id – Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau UNICEF memperingatkan krisis air parah telah mencapai titik kritis di Jalur Gaza. Menurut laporan terbaru, sekitar 90% penduduk di Jalur Gaza tidak bisa mendapatkan air minum yang aman.

Pejabat UNICEF di Gaza, Rosalia Poulin, melaporkan 600.000 penduduk Gaza sempat mendapatkan kembali air minum pada November 2024, tetapi kemudian tidak bisa lagi.

Badan-badan PBB memperkirakan 1,8 juta warga di wilayah kantong Palestina itu saat ini membutuhkan air, sanitasi, dan bantuan kesehatan. Lebih dari separuhnya adalah anak-anak.

ADVERTISEMENT

UNICEF menekankan, situasi saat ini terus memburuk setelah Israel memutus aliran listrik ke Gaza sehingga mengganggu desalinasi air yang sangat dibutuhkan di wilayah itu.

Bersamaan dengan kondisi ini, pemerintah Mesir mengecam tindakan Israel yang memutus aliran listrik ke Jalur Gaza, menyebutnya sebagai pelanggaran hukum humaniter internasional.

"Mesir mengecam pemutusan aliran listrik ke Jalur Gaza. Ini sebuah pelanggaran baru terhadap hukum kemanusiaan internasional dan Konvensi Jenewa Keempat (tentang perlindungan warga sipil)," kata Kementerian Luar Negeri Mesir pada Selasa (11/3/2025).

Pada Minggu (9/3/2025), Menteri Energi rezim Zionis Eli Cohen mengumumkan ia telah memerintahkan untuk menghentikan segera pasokan listrik ke Jalur Gaza sebagai upaya menekan kelompok perlawanan Palestina, Hamas, agar membebaskan lebih banyak sandera.

Selain mengecam pemutusan listrik, Mesir juga menilai kebijakan hukuman kolektif yang diambil oleh Israel. Ini termasuk menangguhkan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, tidak dapat diterima.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 8 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia